www.flickr.com

Persaingan

November 2nd, 2008

Dalam menjalankan sebuah bisnis kadang kita ini terlalu kaku dan tidak cerdas dalam mensikapi sebuah persaingan. Kita sering melihat pesaing kita adalah sosok yang jahat, sosok yang harus dikalahkan pada semua lini persaingan dalam business yang kita tekuni..

Padahal.. mereka sama halnya dengan kita.. Mereka sedang berjuang untuk membuat bisnis mereka terus bertahan seperti halnya kita.. Mereka juga bekerja keras.. mereka juga mengalami keras dan ketatnya persaingan seperti halnya kita.. dan mereka juga sedang berjuang untuk tetap bisa menggaji karyawan mereka serta menghidupi keluarga mereka seperti halnya kita semua ..

Karena tidak menyadari akan hal ini. Hasilnya adalah, kita terjebak dalam sebuah persaingan yang tidak sehat dan cenderung masuk dalam kondisi yang tidak menguntungkan bagi semua orang. Banting-bantingan harga..

Padahal.. Pesaing kita tersebut adalah alat bantu terbaik kita dalam mengukur pasar.. Dan bagaimana memenangkan persaingan dengan mudah, tanpa harus membuat bisnis kita terjebak dalam aksi banting-bantingan harga..

Beberapa peserta pelatihan Saya menanyakan satu hal..
Bagaimana caranya sebuah bisnis bisa terus menerus memenangkan persaingan dengan mudah?

Tentu saja bisa.. Anda hanya perlu merubah sedikit saja cara berpikir Anda. Anda harus membuang jauh-jauh pemikiran emosional Anda jika mendengar kata-kata pesaing atau competitor. Karena sebetulnya mereka bisa menjadi guru yang baik bagi Anda. Bahkan yang terbaik…

Daripada Anda bekerja keras untuk mencari tahu.. Apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh pasar dari sebuah business dalam menyediakan solusi atau kebutuhan yang mereka perlukan.. Karena memang tidaklah terlalu mudah bagi Anda untuk mencari komposisi yang tepat dari kombinasi harga, pelayanan, suasana, packaging dan semua parameter yang bisa menarik dan mempertahankan pasar untuk tetap membeli dari business Anda.

Dan itupun belum tentu berhasil.. Sementara biayanya pasti juga tidaklah sedikit..

Mengapa Anda tidak mencari sebuah pattern atau model yang sudah terbukti berhasil.. Anda tinggal mencari pattern yang berhasil tersebut dan mengadopsinya secepatnya, membuang semua kelemahannya dan menambahkan kelebihan-kelebihan yang dibutuhkan..

Dan salah satu cara yang paling mudah untuk mendapatkan hal tersebut adalah dari para pesaing Anda.. Jadikan setiap keunggulan dari pesaing Anda yang berhasil membuat pasar beralih kepada mereka, sebagai indikaor berhasilnya strategi mereka. Daripada Anda bersusah payah mengembangkan strategi baru yang belum tentu berhasil. Mengapa tidak Anda mengadopsi strategi mereka yang tentu saja dengan sedikit modifikasi untuk di sesuaikan dengan kondisi yang sudah Anda jalankan.

Lumayankan, dengan strategi ini. Anda bisa menyerap semua ide-ide kreative yang berhasil dari pesaing Anda dan menjadikannya sebagai dasar pengembangan strategi baru Anda. Setidaknya Anda tidak perlu memulai segala sesuatunya dari awal.. Anda hanya perlu melakukan peningkatan dari strategi yang berhasil milik pesaing Anda tersebut.

Setiap keunggulan dari pesaing Anda, akan menjadi standard keunggulan baru yang harus segera diterapkan dalam business Anda. Dengan cara seperti ini, maka tidak ada lagi persaingan yang betul-betul relevant bagi Anda. Semua pesaing Anda, akan menjadi guru terbaik dan murah Anda.

Dan dengan perspective ini..
Seharusnya Anda tidak memusuhi pesaing Anda.. Malahan Anda harus berterima kasih kepada dan atas kehadiran mereka.. Yang akan terus menerus mensuplai Anda dengan ide-ide kreatif yang mahal ongkos dan biayanya dengan harga yang sangat murah kepada Anda.

Kisah nyata dari seorang wanita karir.

September 7th, 2008

Untuk seorang ibu yang sibuk bekerja dan bekerja…. 

Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah perusahaanmultinasional.

Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yangberhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih makasaya akanberkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia. 

Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun barusaja meninggal karena overdosis narkotika.Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan karena memikirkan musibah ini. 

Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan Sekarangmasih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasasangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa
saya harapkan. 

Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah pembantu kami.. Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba. Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak Begitu hebat pada putri kami. 

Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2 tahun. 

Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri. Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah
dia meninggal.. ‚

Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini. Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname dirumah sakit selama 3 minggu).

Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya “Hari ini Mama sakit di Rumah sakit” , hanya itu saja. Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul. Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya. Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami saya. Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang keadaanperusahaan dari pada keadaan mereka. Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian, bahkan mungkinlebih. Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk memikirkanurusan mereka. 

Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namunsepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin tibasaya dan suami sudah seperti “robot” yang terprogram untuk urusan kantor. Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhentibekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya.Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6orang anaknya. 

Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya sangatbaik. Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir danpenghasilan. Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan maumengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhanhidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya sekolah tinggi-tinggi? . 

Meski sebenarnya suami saya juga seorang yang cukup mapan dalam karirnyadan penghasilan. Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi
lebih perhatian padaDoni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali sepertiasal urusan kantor dan karir fokus saya. 

Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka,toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan “kualitas pertemuandengan anak lebih penting dari kuantitas” selalu menjadi patokan saya. Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan berjalan begitu cepat sebelum saya sempat tersadar. Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba. Dan saya tidak mengetahuinya! !!

Sebuah sindican dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga. Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskankembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu – satunya, setelah diaditinggal mati suaminya .. Namun karena Maya dan Doni keberatan maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami. 

Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya.Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi, setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bik Inah meninggal dunia di Rumah Sakit. Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit. Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke Singapore untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masukstadium 4 kankernya. Dan usul Doni
kami tolak hingga dia begitu marah pada kami.

Dari sini sayakini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah
seperti ibu kandungnya! menggantikan tempat saya yang seolah hanya
bertugas melahirkan mereka saja ke dunia. Tragis ! 

Dan sebuah foto “keluarga” di dinding kamar Maya sering saya amati Kalaulagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa bik Inah. 

Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagassebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar dipesantren. Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal diapaling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya. Dan difoto “keluarga” itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum bersama. Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat sayaitulah foto terakhirnya. 

Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta. Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutatdengan urusan kantor. Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah. 

Maya menulis :”Ya Tuhan kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut
Maya kalau pulang sekolah, Siapa yang ngingetin Maya buat berdoa, siapa yang Mayacerita kalau lagi kesel disekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur……. …Ya Tuhan ,Maya kangen banget sama bik Inah” bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah ? Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah terlambattidak mungkin bisa kembali, seandainya semua bisa berputar
kebelakang saya rela berkorban apa sajauntuk itu. Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan sayapemeranutamanya.

Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi. Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapisekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajarandarinya. Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayangberatnya.  Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan “prioritas hidupdan tidak salah dalam memilihnya”. Biarkan saya seorang yang mengalaminya.

 Saat ini saya sedang mengikuti program konseling / therapy untuk menentramkan hati saya. Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua. Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa anda mempercayainya, tapiinilah faktanya. Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya. Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni. 

Dan semoga Tuhan mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya padasaya. Dan disetiap berdoa saya selalu memohon “YA Tuhan seandainya Engkau akanmenghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Tuhan,biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentramdi sisiMu”. Semoga Tuhan mengabulkan doa saya.

 

Syukuran pindahan Kantor Baru di PT. APL Cabang Jember

July 18th, 2008

APL cabang Jember yang semula terletak di JL. Brawijaya No. 4, per tanggal 23 Juni 2008, pindah lokasi di Jl. Hayam Wuruk, Komplek Mandiri Land Ruko F3 No. 5,6,7.

Atas pindahnya kantor, pada hari Jum’at, tanggal 18 Juli 2008 diadakan acara syukuran atau selamatan agar APL Jember pada lokasinya yang baru lebih sukses lagi, lebih baik dari tempat sebelumnya, juga lebih kompak, dan lebih berjaya pada masa yang akan datang . Amin.

Pindahnya lokasi APL Jember, disebabkan karena kantor dan gudang lama yang disewa akan dipergunakan sendiri oleh pemilknya, yaitu Cokro Bersaudara.

Acara syukuran dimulai jam 18:00 dipimpin oleh ustadz dari Departemen Agama.

Dan, acara berlangsung sederhana, tumpengan, nasi kuning.

Saya menyerahkan potongan nasi tumpeng pertama kepada Asaato Telaumbanua – selaku BOO (Branch Operation Officer) atau wakil pejabat di APL Jember, sebagai ucapan terimakasih dan rasa syukur atas segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, juga ucapan terimakasih kepada semua team di APL Jember atas perhatian dan kerjasamanya yang baik selama ini dan seterusnya.

Lebih sukses dan maju APL Jember.

Keanu, hari pertama sekolah

July 16th, 2008

Keanu, masuk Toddler. Dengan kaos seragamnya yang berwarna merah, bisa berkumpul, bermain, sekaligus belajar. Lucu sekali. Mentari Indonesia, nama sekolahnya, dipilih karena dekat dari rumah. Hanya masuk 2 kali dalam satu minggu, hari Rabu dan Jum’at.

Stanislaus Keanu Sendjaja, nama lengkap putera kami. Memang belum genap 2 tahun usianya, bulan depan, tepatnya tanggal 2 Agustus 2008 nanti, baru akan genap 2 tahun.

Kami, selaku orang tua, bahagia sekali, bisa melihat tumbuh kembang, buah hati kami. Hari ini, hari yang tercatat sebagai satu langkah ke depan, dari banyak langkah yang membuat kami semakin bahagia.

Salam sayang kami…

Liburan telah tiba. Hore, hore, hatiku gembira.

July 7th, 2008

Liburan telah tiba. Hore, hore, hatiku gembira.

Bulan Juli memang bulan liburan sekolah, untuk itu jauh-jauh hari ada inisiatif untuk bisa berkumpul bersama, sebagai acara kebersamaan, seperti acara tanggal 23 Desember 2007 (tahun lalu). Yah, tidak terasa sudah 7 bulan yang lalu kami berkumpul.

Tahun lalu sebagai panitia acara kumpulnya adalah Kacab Solo – Kartono Tjie. kali ini, saya ketiban rejeki sebagai tuan rumah karena acara diselenggarakan di Batu – Malang.

Kepala Cabang yang bisa :

  1. Yudhi Tjahyanto – Kacab APL Surabaya. (bersama istri dan kedua anaknya)
  2. Joshianto Tanuhadi – Kacab APL Semarang (bersama istri dan satu puteranya)
  3. Kartono Tjie – Kacab Solo (bersama istri yang sedang hamil besar dan kedua anaknya)

Yang berhalangan hadir dan pendatang baru yang juga berhalangan hadir dengan alasan kedatangan VP. Operation.

  1. Sudarmanto Ashadi – Kacab APL Yogya (tidak bisa hadir, karena mengurus sekolah anaknya)
  2. Petrus Lobo – Kacab Bali (tidak bisa hadir, karena takut paling putih sendiri (he,he,he) alasannya ada VP operation yang mau datang).

Saya sudah menyiapkan satu Villa yang disewa pada tanggal 6 Juli 2008 (satu malam) dengan lokasi yang sangat dekat dengan Jatim Park – Batu. Agar anak-anak nantinya juga bisa bersenang-senang menikmati aneka permainan dan juga bisa berenang-ria.

Sekitar jam 16:00 sudah pada berdatangan, sambutan pertama ditujukan kepada Kartono Tjie dan keluarga (dari Solo, sehari sebelumnya ternyata menginap di Sarangan – Jawa Tengah), diurutan kedua ada Yudhi Tjahjanto dan keluarga, terakhir diurutan ketiga Joshianto dan keluarga (yang langsung dari Semarang jam 7 Pagi tadi, wow pembalap juga).

Banyak hal yang kami diskusikan dan bicarakan, yaitu seputar tugas, berbagi pengalaman dan informasi, karena sudah lebih dari satu tahun, sejak Feb 2007 (terakhir waktu Jakarta kebanjiran) kami para Kacab APL bertemu di Bandung.

Sementara kami ngobrol santai, para istri juga sepertinya asyik kasak-kusuk, dan para anak-anak mulai ribut bermain-berlari-larian kesana-sini, juga tidak lupa dengan teriakan dan bercandanya yang khas kebahagian anak.

Tak terasa sudah menjelang malam, waktunya mengisi perut diluar. Ini Villa, bukan hotel yang bisa pesan makanan dan disediakan makanan, jadi kami harus hunting makanan diluar saja.

Brm-brm-brm, 4 iringan mobil melaju menembus udara dingin kota Batu. Melahap, makanan di Rumah Makan yang tidak berjarak jauh.

Pulang kembali, dan kembali ngobrol santai sampai jam 01 dini hari.

Paginya, (7 Juli 2008) kembali beraktifitas.

Sudah pada bangun pagi. Hari ini adalah hari bagi anak-anak, yang sudah tidak sabar ingin masuk ke Jatim Park – taman bermain sekaligus belajar.

Agak siang, sekitar Jam 12:00 – Yudhi dan keluarga minta pamit karena harus meneruskan perjalanan ke Semarang.

Saya sendiri juga pamit, sekitar jam 14:00 karena kurang sehat.

Kartono dan Joshianto, masih asik bersama keluarga di Jatim Park.

Melanjutkan acara keluarga masing-masing, Kartono akan berlibur di Malang (karena keluarga istri ada di Malang), Joshianto akan berlibur ke Surabaya (karena masih ada orangtua di Surabaya).

Ya, indahnya kebersamaan.

Sampai ketemu lagi pada acara meting Kacab 14 – 16 Agustus 2008

(jika jadi…)

Menuai Apa Yang Di Tanam

May 31st, 2008

Menurut sebuah dongeng dari Cina, ada seorang raja yang sudah tua dan mulai mencari penggantinya. Maka pada suatu hari, ia memerintahkan supaya semua orang muda di dalam kerajaannya dikumpulkan di istana.

“Saatnya sudah datang supaya aku memilih dari antara kalian seorang yang akan menggantikan aku.”

Anak-anak muda itu semua kaget. “Aku akan menyerahkan kepada kamu masing-masing sebuah biji yang sangat istimewa.”* Raja itu melanjutkan perkataannya.

“Tanamkanlah, siramilah dan peliharalah baik-baik biji itu, dan kembalilah tahun depan. Aku akan menilai tanaman-tanaman yang akan kalian bawa, kemudian salah seorang dari kalian akan terpilih untuk menjadi raja berikutnya!”

Seorang pemuda menerima bijinya bersama dengan yang lain.

Namanya Ling. Penuh dengan semangat dia membawa pulang biji itu dan menceritakan segalanya kepada ibunya yang segera membantunya mencari potbunga, mengisinya dengan tanah dan menanamkan biji itu. Setelah beberapa minggu, Ling menjadi sedih karena tanaman tidak pernah muncul, bahkan biji itu sepertinya sudah mati. Padahal semua teman-temannya bercerita bagaimana
bijinya masing-masing telah menjadi tanaman yang indah! Ling merasa sungguh kecewa dan gagal.

Saatnya telah tiba untuk kembali ke istana dan membawa tanaman supaya diperiksa oleh raja. Ling merasa tidak pantas untuk menghadap raja dengan pot bunga yang isinya cuma biji yang sudah busuk dan mati! Namun sang ibu menasihatinya supaya tetap datang ke istana dan katakan apa adanya dengan jujur. Semua orang memberi hormat pada saat sang raja muncul dan mulai
memeriksa tanaman-tanaman yang mereka bawa.

“Hari ini salah seorang dari kalian akan menjadi penggantiku, ” ia engumumkan sambil menyalami mereka.

Tiba-tiba ia berjumpa dengan Ling yang sudah bingung dan ketakutan di belakang, apalagi pada saat dia dipanggil oleh raja supaya maju ke depan.

“Mungkin sekarang aku akan dijatuhi hukuman karena kegagalanku ini!”* dia hanya bisa berpikir dengan penuh kecemasan.

Tetapi betapa kagetnya pada saat mendengarkan sang raja mengumumkan,”Lihatlah rajamu yang berikutnya!”

Sambil menunjuk kepada Ling. Dia merasa begitu sulit untuk percaya. Dia telah gagal menumbuhkan dan memelihara biji dari raja. Bagaimana mungkin dialah yang dapat kehormatan yang luar biasa itu?

“Tahun yang lalu,”sang raja berkata,”aku memberikan kamu masing-masing sebuah biji. Aku menyuruh kamu untuk menanamkannya, menyirami dan memeliharanya, dan membawanya kembali kesini pada hari ini. Sesungguhnya biji-biji yang kalian terima itu adalah biji-biji yang telah direbus dan tak mungkin bertumbuh. Kalian semua, kecuali Ling disini, membawa kepada saya tanaman dan pohon yang indah. Saat kalian menemukan bahwa biji dari saya tidak bisa tumbuh, kalian menggantikannya dengan biji yang lain! Hanya Ling satu-satunya yang berani dan jujur membawa ke istana pot tanaman yang berisi biji yang asli dari saya. Oleh karena itu, dialah yang kupilih menjadi penggantiku! ”

Jika kamu menanamkan kejujuran, kamu akan menuai kepercayaan.

Jika kamu menanamkan kebaikan, kamu akan menuai sahabat-sahabat.

Jika kamu menanamkan kerendahan-hati, kamu akan menuai kehormatan.

Jika kamu menanamkan ketekunan, kamu akan menuai kemenangan.

Jika kamu menanamkan kerja keras, kamu akan menuai sukses.

Jadi waspadalah apa yang kamu tanamkan sekarang, sebab itu akan menentukan apa yang akan kamu tuai pada hari esok.

Aktifitas Kacab PBF Nasional Ke Surabaya

May 15th, 2008

Pada pertemuan hari Jum’at tanggal 9 Mei 2008, acara kumpul paguyuban / konco-konco Kepala Cabang PBF Nasional telah disepakati bahwa pada hari kami ini, tanggal 15 Mei 2008 kami semua berencana mengadakan kunjungan informal ke Dinas Kesehatan dan Ke BPOM di Surabaya.

Ya, ada apa nih?

Selain sekedar kunjungan biasanya untuk silahturami, juga disebabkan karena pada pertemuan tanggal 9 Mei 2008 dibahas juga issue perihal pemeriksaan BPOM dari Jakarta (didampingi oleh BPOM Surabaya) perihal produk psikotropika pada akhir bulan April 2008 lalu. Sehingga dirasakan perlu mendapatkan pengarahan lebih lanjut, juga perlu adanya bimbingan dan saran terkait dengan pemeriksaan yang ada. Kami tentunya tidak ingin melanggar dan ingin mematuhi prosedur yang ada.

Janji kumpul, dihalaman Parkir PT. Anugerah Pharmindo Lestari (APL) – Jalan Taman Tenaga Kav. 6 – Malang jam 07.00 WIB.

Saya selaku Kepala Cabang PT. APL tentunya sangat terhormat sekali, dan bersedia area parker dipergunakan sebagai tempat berkumpul untuk acara keberangkatan ke Surabaya.

Jam 6:30, saya menghungi pihak security APL, bahwa jika ada teman-teman para Kepala Cabang datang mohon diterima dan dipersilahkan masuk ke area parkir.

Karena saya kemungkinan agak terlambat, bukan disengaja lho, keterlambatan karena disebabkan karena saya baru sampai Malang sekitar jam 02:00 pagi dari kunjungan di APL Cabang Jember.

Jam 07:00, pagi sudah ada yang menelpon saya: Hallo, Pa, kenapa masih sepi? Apakah jadi acara kumpulnya”. Tanya Pak Rivan – Kepala Cabang PT. Sawah Besar.

“ Jadi Pak, saya sekarang dalam perjalanan. Silahkan masuk saja ke area Parkir”.

Dan, benar juga.

Sesampainya saya di APL, sudah ada konco-konco antara lain:

1. Rivan Firmansyah – PT. Sawah Besar Farma

2. Robertus Eko S – PT. Anugerah Argon Medica

3. Otto Harry Bintoro _ PT. Merapi Utama Pharma

4. Robert – PT. Great Mataram

5. Suryanto Prayetno _ PT. Kebayoran Pharma

6. Sutrisno – PT. Tri Sapta Jaya

Jika kumpul semua, anggota paguyuban Kacab PBF ada sekitar 20 an personil.

Sekitar setengah jam kemudian, kami pun berangkat ke Surabaya memakai satu unit kendaraan saja, yaitu milik dari Pak Otto – PT, Merapi. Kita naik delman, eh, naik Toyota Inova, menuju Surabaya.

Menjemput Pak Agung – Kacab Mensa Bina Sukses, ya beliau lagi sibuk. “emang tanpa lu ngak rame.” Itu slogan yang meluncur dari mulut kita bagi Pak Agung.

Di depan kantor Dos NI Roha, kami mengambil jemputan satu penumpang lagi, yaitu Pak Khusnul – Kacab DNR yang sudah standby dengan gagahnya, dan siap diangkut (memang barang) ke Surabaya.

Jadi satu mobil ada 8 personil. Padat merapat. Tapi, karena mobilnya gede dan lega, dan AC –nya masih tokcer, nyaman lah kita.

Sekitar jam 10:00 sudah sampai di BPOM.

Ternyata Pak Arief sudah menunggu kita di Surabaya. Pak Arief – Kacab Pentavalen, ada keperluan di Surabaya, sehingga berangkat lebih dulu daripada kita.

Sayangnya, tidak bisa bertemu dengan Pak Sudiyanto – selaku Kepala BPOM. Diperkirakan sekitar jam 14:00, kepala BPOM akan kembali di kantor.

Tapi, ternyata banyak teman-teman yang mengenal personil dari BPOM, ketemu dengan Ibu Herlina selaku kepala pemeriksaan.

Setelah silahturami selesai.

Menuju ke Dinkes. Bertemu dengan Ibu Lucky, sekedar diskusi ringan. Ada yang menanyakan perihal ijin karena ada yang akan pindah lokasi kantor, ada yang menyampaikan laporan, ada yang bertukar pikiran.

Hari semakin siang, jadi lapar nih.

Langsung meluncur ketempat makan, Pecel Ponorogo – Hj. Boeyatin di Jl. Ketabangkali No. 51 Surabaya. Sekalian wisata kuliner. Enak sekali pecelnya. Makannya pecel, minumannya beras kencur. Wah, sampai ketagihan. Nah, bagi konco-konco yang ingin balik lagi untuk makan pecel. Itu sudah saya tulis alamat lengkapnya.

Selesai, makan. Tentunya kenyang deh.

Lanjut…

Kembali ke BPOM, Pak Sudiyanto masih belum ada. Ditunggu, yah, udah. Kita atur lain waktu.

Cukup itu Berapa?

February 1st, 2008

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”.

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.

Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.

Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.

Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti  berusaha dan berkarya.  “Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata “Cukup”

Kadang Hidupmu Menangis

January 3rd, 2008

Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru. Jangan putus asa !! Bangkitlah !! Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. demikian juga dirimu. kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu. AKU sering melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil.
Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain? Bukankah AKU udah menyediakan suksesmu sendiri?
Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya. Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain. Jadilah seperti air..Selalu mengalir…melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas. Anak-Ku,,,jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi kalahkan keadaaan !! Anak-Ku yang terkasih,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik. Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman. Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu ! Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu. Bukankah untuk itu kau hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU? Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.
Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. Aku selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.
AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !! Ayah yang selalu mengasihimu, , YESUS

Acara kumpul di Tawangmangu

December 24th, 2007

Rencana awal hanya liburan keluarga ke Yogyakarta. Refresing.

Adanya inisiatif dari para kacab sendiri,

  1. Joshianto Tanuhadi (Kacab Semarang) ,
  2. Kartono Tjie (Kacab Solo),
  3. Sudarmanto Ashadi (Kacab Yogya) dan
  4. Yudhi Tjahjanto (Kacab Surabaya), .

Pondok Asri, Jl Raya Lawu Tawangmangu, Telp 0271-697067  /  697675 Cek in tgl 23, out 24 des 2007

Saya ikut bergabung. Wah, bakalan seru nih, Kepala Cabang Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ngumpul.

Rekreasi saya ke Yogya, menginap 2 Malam. Berangkat pagi tanggal 21Desember 2008. Si Kecil, Keanu selama perjalanan ke Yogya tidak rewel, awalnya kami khawatir akan rewel.

Di yogya, hampir tiap malam ke Malioboro. Menikmati wisata kuliner juga, makan gudeg (sampai budek – yah enggak lah ya, enak…). Keanu sangat senang naik delman. Kami juga belanja kaos Dagadu.

Tanggal 22 Des 2008, ke Sendangsono, ini agak religius.

Tanggal 23 Des 2008, keluar Yogya menuju Tawangmangu, menuju tempat kumpul Para Kacab.

Udaranya dingin, dan segar.

Siang agak kesorean, Eh, Rudy Susantijo sempat mampir bentar. (NSM OTC).

Lima Kacab kumpul, dan diskusi, dan berbagi pengalaman dan informasi.  Ngobrol sampai jam 1 Pagi.

Besok paginya, anak-anak naik Kuda, lagi-lagi Keanu senang sekali.

Wah, sudah tanggal 24 Des 2008.

Night Christmas. Nanti Malam, adalah malam Natal. Saya dan keluarga Natal di Pasuruan.

Semoga acara kumpulnya bisa terus diadakan.

Indahnya,..

View Richardus Sendjaja's profile on LinkedIn