Terlambat Satu Bulan
March 16th, 2009 | by Richardus Sendjaja |TERLAMBAT SATU BULAN Euis menyambut suaminya (si Kabayan) pulang kantor dengan senyummesra.”Kang aku terlambat satu bulan, kita akan punya bayi”, kataE uis.
“Tapi berhubung tadi aku baru test ke dokter, jangan kasih tau siapapun ya, entar malu kalau nggak jadi”.Besok paginya ada tukang tagih listrik mengetok pintu.Setelah dibukakan si tukang tagihbilang,”Bu, anda terlambat satu bulan…””Hah dari mana anda tau ?”, sahut Euis.”Ini ada di catatan kami…””Haaah… masa sampai ada dicatatanmu?”Besok paginya Kabayan marah² ke kantor pembayaran listrik. “Bagaimana ini,kok anda bisa tau istri saya terlambat satu bulan?””Sabar, sabar pak… Kalau anda ingin catatan itu dihapus anda tinggal bayar saja kepada kami…”.(”Wah… pemerasan nih” …pikir Kabayan)”Lalu kalau saya nekat nggak mau bayar?” tantang Kabayan “Punya anda saya putus…!!!” , jawab sang petugas.”Wah… kalau punya saya diputus,istri saya di rumah pakai apa?””Yaaa… istri anda kan bisa pakai lilin..


