www.flickr.com

Uang Seribu dan Seratus Ribu

April 1st, 2011

Uang seratus ribu dan seratus ribu sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar dimasyarakat.

Empat ( 4)  bulan kemudian mereka bertemu secara tidak sengaja didalam dompet seorang pemuda.

Kemudian terjadilah percakapan yang seratus ribu bertanya kepada yang seribu “kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau amis …? dijawablah olehnya “karena aku begitu keluar dari bank langsung ditangan orang2 bawahan dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan ditangan pengemis”

Lalu seribu bertanya balik pada seratus ribu “kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih? dijawabnya; “karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnyapun direstaurant mahal, di mall dan juga dihotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet”

Lalu seribu bertanya lagi “pernahkah engkau mampir di tempat ibadah? dijawablah “belum pernah”

Seribupun berkata lagi ; “ketahuilah walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap jum’at atau minggu aku selalu mampir di mesjid2 atau digereja dan ditangan anak2 yatim, bahkah aku selalu bersyukur kepada Tuhan. Aku tidak dipandang manusia  bukan sebuah nilai tapi yang dipandang adalah sebuah manfaat ……”

Akhirnya  menangislah uang seratus ribu karena merasa besar, hebat, tinggi tapi tidak begitu bermanfaat selama ini.

Renungan

Jadi …….

bukan seberapa besar penghasilan kita, tapi seberapa bermanfaat penghasilan kita itu. Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu mensyukuri anugerah  dan memberkati yang lain.

Kita diberkati  untuk memberkati.

 

 

Petani dan Pengendara Mercy

March 1st, 2011

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan. Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya, “Lihat bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu meski mereka kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah.

Sementara itu pengendara motor dan istrinya yang sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya . “Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.

Didalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat , “Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tidak seperti mobil kita yang sering mogok.”

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya dan ketika dia melihat sepasang suami istri yg berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hati “betapa bahagianya suami istri itu, mereka dgn mesranya  berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan diperdesaan ini, sementara aku & istriku tidak pernah punya waktu untuk berduaan karena kesibukan masing2.

Renungan

Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain,dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain.

Bersyukurlah senantiasa atas hidup kita,

supaya kita tahu dimana kebahagiaan itu berada.

 

 

Penguin Kaisar (Kasih)

February 1st, 2011

Penguin kaisar bertelur satu butir setiap musim kawin. Si jantan bertugas mengerami telur itu dengan menjepitnya diantara kaki dan lipatan lemak disekitar perutnya selama kira-kira 64 hari. Ia berada dalam kumpulan besar penguin  jantan yang berdempetan saling menghangatkan ditengah musim dingin Antartika.

Sementara itu, si betina kembali kelaut untuk mencari makan.

Ia akan kembali ke sarang menjelang anaknya menetas.

Apabila ia terlambat, si jantan dapat memberi makan anaknya dengan cadangan yang diambil

dari saluruan pencernaan sampai selama sepuluh hari.

Ia akan membuatnya kehilangan setengan bobot tubuhnya.

Begitu di betina muncul, giliran si jantan pergi ke laut selanjutnya mereka bergantian mencari

makan untuk membesarkan si kecil.

Renungan

Kehidupan unggas kutub tersebut menggambarkan bahwa kasih itu bukan

konsep atau kata-kata manis belaka.

Kasih adalah kata kerja.

Kasih sejati diungkapkan melalui tindakan yang mengutamakan kesejahteraaan

orang lain, bahkan perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadi.

Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata. Kasih tidak cukup hanya dinyatakan dengan perkataan, tetapi mesti diwujudkan dalam perbuatan sejauh mana tindakan kita mengungkapkan kasih kita bagi saudara-saudara kita.

Apakah kita bisa bermurah hati menyerahkan, waktu, tenaga, talenta, uang bagi saudara-saudara kita yang memerlukan pertolongan ?

 KASIH ADALAH MEMBERI DENGAN PENUH PENGORBANAN TANPA SYARAT DAN TANPA PAMRIH.

 

 

Elang Dan Kalkun

January 2nd, 2011

Konon dahulu Elang dan Kalkun adalah burung yg menjadi teman yg baik.Dimanapun mereka berada, selalu pergi bersama-sama.  Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.

Suatu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!.Elang membalas, “kedengarannya ide yang bagus”

Jadi ke-2 burung melayang turun kebumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor sapi.

Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silahkan cicipi jagung manis ini.”

Ajakan ini membuat ke2 burung ini terkejut.

Mereka tidak biasa jika ada binatang lain  berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya.

Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami? .

Sapi menjawab, “oh , kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan” dengan undangan ini, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah.Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang tuan Petani.

Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”

Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, tuan petani itu memberikan padamu semua yg ingin kamu makan?”

Sapi menjawab, “tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal .”

Elang dan Kalkun menjadi syok berat!

Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini.

Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.

Ketika datang waktunya u/ meninggalkan tempat itu, Kalkun & Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang. “Mungkin kita harus tinggal disini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yg kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah kita bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.

Elang juga goyah dengan pengalaman ini.

” Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yg menjdapat sesuatu tanpa imbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan beban mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”.

Akhirnya Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan u/ menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati  tantangan rutin yang menbuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya  si kalkun,Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana kedepannya.

Semuanya berjalan baik bagi si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri tuan Petani menyebutkan bahwa hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknnya, si Elang. Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di hari Thanks giving keluarga tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar.

Renungan

Ketika kita  menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan,

kita  mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan kita ……

dan kita akan menyesalinya setelah segalanya berlalu 

dan tidak ada KESEMPATAN lagi ……

Seperti pepatah kuno “selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”

Neil Amstrong dengan Selamet

December 19th, 2009

Satu Hal lagi tentang Lelaki

December 19th, 2009

Suatu malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya, dia memberitahu suaminya, kalau dia menginap di rumah teman wanitanya. Suaminya menelepon 10 orang teman istrinya yang paling akrab, dan hasilnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal ini.

Sebaliknya, suatu malam seorang pria tidak pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya, dia memberitahu istrinya, kalau dia menginap di rumah teman prianya.

Istrinya menelepon 10 orang teman suaminya yang paling akrab, dan hasilnya :

8 orang diantaranya memastikan kalau suaminya menginap di rumah mereka, dan…, 2 orang lainnya bahkan mengatakan bahwa suaminya MASIH berada di rumah mereka!

Terasa menarik, seorang suami yang membaca artikel ini segera memanggil istrinya untuk membaca artikel ini, tidak disangka istrinya malah ingin mencoba apakah memang benar seperti yang ditulis di artikel ini.

Suaminya menasehatinya supaya JANGAN MENCOBA, tapi dasar istri
pengen tau, dicoba juga.

Istrinya mengangkat telepon dan menghubungi satu persatu teman akrab suaminya, menanyakan apakah suaminya bersama mereka. Dan hasilnya tentu saja….. Apa yang ditulis dalam artikel ternyata berlaku di seluruh pelosok dunia! Yang parahnya, ada salah satu teman suaminya malah mengatakan suaminya mabuk dan sampai sekarang masih tidur di dalam rumahnya. Dan malah bertanya kepada istrinya apakah perlu membangunkan suaminya Untuk mendengar telepon?

Istrinya kaget dan tidak mau membuat malu teman suaminya dan berkata sudahlah gak apa apa.

Begitu istrinya menutup telepon, handphone suaminya langsung berdering.

Begitu suaminya menjawab telepon, teman suaminya berkata : Dimana kamu? Cepat pulang ke rumah! Istrimu mencari cari kamu dari tadi, saya bilang kamu mabuk di rumah saya.

Oh ya! jangan lupa minum sedikit bir sebelum pulang!

10 dari 10 laki-laki mempunyai Instink dan persaudaraan (brotherhood) yang lebih tajam dan Kuat dibandingkan dgn wanita karena mereka langsung menjawab dgn memberikan alibi untuk mendukung temannya dari kemungkinan- kemungkinan yang tidak mengenakkan.

1 dari 10 Laki-laki dengan berani dan spontan “Pasang Badan” beyond “Call of Duty” dgn menjawab sedang tidur di rumahnya, dan langsung mengabari temannya per telp.

Keren kan..

Busuknya Kebencian

December 19th, 2009

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan “permainan”.

Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang.

Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa … tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.

Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci.

Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.

Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?”

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi.

Guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan.

Ibu Guru : “Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.

Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi.

Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya…

Kasian!

3×8=23

December 19th, 2009

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik.
Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang.
Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Pembeli berteriak: “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?
“Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi”.
Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: “Siapa minta pendapatmu?
Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan”.
Yan Hui: “Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bag aim ana?”
Pembeli kain: “Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bag aim ana?”
Yan Hui: “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu”. Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.
Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius  berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: “3×8 = 23.
Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia.” Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya.
Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.
Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius
tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya.
Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya.
Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai,
dan memberi Yan Hui dua nasehat : “Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.”
Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang. Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir,
kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius
dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu.
Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.
Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya.
Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati
ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya.
Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh.
Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.
Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: “Guru, bag aim ana guru tahu apa yang akan terjadi?”
Confusius berkata: “Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir,
makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon.
Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh”.
Yan Hui berkata: “Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.”
Confusius bilang: “Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku.
Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3×8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu.
Tapi jikalau guru bilang 3×8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa.
Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?”
Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : “Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun.
Murid benar2 malu.” Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.

Cerita ini mengingatkan kita: Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.
Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.
Banyak hal ada kadar kepentingannya.
Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.
Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.
Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat kita kasih sample barang lagi, kita akan mengerti)
Bersikeras melawan boss. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat penilaian bonus akhir tahun, kita akan mengerti)
Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (suami tidak betah di rumah)
Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Bisa-bisa kita kehilangan seorang teman).

Acara kumpul Bersama

December 18th, 2009

18 Des 2009

Happy Birthday, selamat panjang umur bagi Mey mey puteri kacab / ABM Pak Suwandi dari Enseval.

Kami diundang, pada pukul 18:30 di resto Ayam Kalasan.

Sungguh suprise nih, sampe lupa beliin kado karena waktu di SMS hanya diinfokan acara kumpul, bukan acara Ultah. Untuk Mey mey, kado besok menyusul yah. Semoga menjadi anak yang sehat, dan berbakti kepada orang tua, juga rajin belajar.

Acara berjalan meriah dan makan enak.

Dihadiri oleh para pejabat setempat, maksudnya dihadiri para Kacab antara lain keluarga Pak Ali – Kacab AAM, keluarga Pak David – Kacab Parit Padang . Dan tentunya APL.

kami pun pulang dengan hati riang, perut kenyang.

Besok Pak Ali dan kel. mudik ke Manado. Wah, kami mau tuch titip ikan Roa. Mantap, jika di bikin jadi sambel dabu-dabu roa.

 

 

Cinta Sejati

December 16th, 2009

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gau

View Richardus Sendjaja's profile on LinkedIn