<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Richardus Sendjaja</title>
	<atom:link href="http://richardus.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://richardus.com</link>
	<description>All about me, family, friend, and my jobs</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Feb 2010 16:07:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Neil Amstrong dengan Selamet</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/neil-amstrong-dengan-selamet/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/neil-amstrong-dengan-selamet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 06:25:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Neil Amstrong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://richardus.com/wp-content/uploads/2009/12/Neil-Amstrong-dengan-Selamet.bmp" alt="" width="494" height="370" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/neil-amstrong-dengan-selamet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Hal lagi tentang Lelaki</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/satu-hal-lagi-tentang-lelaki/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/satu-hal-lagi-tentang-lelaki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 02:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[lelaki]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Hal tentang lelaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya, dia memberitahu suaminya, kalau dia menginap di rumah teman wanitanya. Suaminya menelepon 10 orang teman istrinya yang paling akrab, dan hasilnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal ini.
Sebaliknya, suatu malam seorang pria tidak pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya, dia memberitahu istrinya, kalau dia menginap di rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya.</p>
<p>Keesokan harinya, dia memberitahu suaminya, kalau dia menginap di rumah teman wanitanya. Suaminya menelepon 10 orang teman istrinya yang paling akrab, dan hasilnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal ini.</p>
<p>Sebaliknya, suatu malam seorang pria tidak pulang ke rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, dia memberitahu istrinya, kalau dia menginap di rumah teman prianya.</p>
<p>Istrinya menelepon 10 orang teman suaminya yang paling akrab, dan hasilnya :</p>
<p>8 orang diantaranya memastikan kalau suaminya menginap di rumah mereka, dan&#8230;, 2 orang lainnya bahkan mengatakan bahwa suaminya MASIH berada di rumah mereka!</p>
<p>Terasa menarik, seorang suami yang membaca artikel ini segera memanggil istrinya untuk membaca artikel ini, tidak disangka istrinya malah ingin mencoba apakah memang benar seperti yang ditulis di artikel ini.</p>
<p>Suaminya menasehatinya supaya JANGAN MENCOBA, tapi dasar istri<br />
pengen tau, dicoba juga.</p>
<p>Istrinya mengangkat telepon dan menghubungi satu persatu teman akrab suaminya, menanyakan apakah suaminya bersama mereka. Dan hasilnya tentu saja&#8230;.. Apa yang ditulis dalam artikel ternyata berlaku di seluruh pelosok dunia! Yang parahnya, ada salah satu teman suaminya malah mengatakan suaminya mabuk dan sampai sekarang masih tidur di dalam rumahnya. Dan malah bertanya kepada istrinya apakah perlu membangunkan suaminya Untuk mendengar telepon?</p>
<p>Istrinya kaget dan tidak mau membuat malu teman suaminya dan berkata sudahlah gak apa apa.</p>
<p>Begitu istrinya menutup telepon, handphone suaminya langsung berdering.</p>
<p>Begitu suaminya menjawab telepon, teman suaminya berkata : Dimana kamu? Cepat pulang ke rumah! Istrimu mencari cari kamu dari tadi, saya bilang kamu mabuk di rumah saya.</p>
<p>Oh ya! jangan lupa minum sedikit bir sebelum pulang!</p>
<p>10 dari 10 laki-laki mempunyai Instink dan persaudaraan (brotherhood) yang lebih tajam dan Kuat dibandingkan dgn wanita karena mereka langsung menjawab dgn memberikan alibi untuk mendukung temannya dari kemungkinan- kemungkinan yang tidak mengenakkan.</p>
<p>1 dari 10 Laki-laki dengan berani dan spontan &#8220;Pasang Badan&#8221; beyond &#8220;<span id="lw_1234099290_4" style="BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: medium none">Call of Duty</span>&#8221; dgn menjawab sedang tidur di rumahnya, dan langsung mengabari temannya per telp.</p>
<p>Keren kan..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/satu-hal-lagi-tentang-lelaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Busuknya Kebencian</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/busuknya-kebencian/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/busuknya-kebencian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 01:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[busuk]]></category>
		<category><![CDATA[Busuknya kebecian]]></category>
		<category><![CDATA[kebencian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan &#8220;permainan&#8221;.
Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang.
Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa … tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.
Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan &#8220;permainan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang.</p>
<p style="text-align: justify;">Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa … tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci.</p>
<p style="text-align: justify;">Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu Guru : &#8220;Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Guru pun menjelaskan apa arti dari &#8220;permainan&#8221; yang mereka lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu Guru : &#8220;Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Kasian!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/busuknya-kebencian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3&#215;8=23</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/3x823/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/3x823/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 01:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[3x8=23]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik.
Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang.
Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Pembeli berteriak: &#8220;3&#215;8 = 23, kenapa kamu bilang 24?
&#8220;Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: &#8220;Sobat, 3&#215;8 = 24, tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik.<br />
Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang.<br />
Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.<br />
Pembeli berteriak: &#8220;3&#215;8 = 23, kenapa kamu bilang 24?<br />
&#8220;Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: &#8220;Sobat, 3&#215;8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi&#8221;.<br />
Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: &#8220;Siapa minta pendapatmu?<br />
Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan&#8221;.<br />
Yan Hui: &#8220;Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bag aim ana?&#8221;<br />
Pembeli kain: &#8220;Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bag aim ana?&#8221;<br />
Yan Hui: &#8220;Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu&#8221;. Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.<br />
Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius  berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: &#8220;3&#215;8 = 23.<br />
Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia.&#8221; Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya.<br />
Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.<br />
Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius<br />
tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya.<br />
Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya.<br />
Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai,<br />
dan memberi Yan Hui dua nasehat : &#8220;Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.&#8221;<br />
Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang. Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir,<br />
kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius<br />
dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu.<br />
Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.<br />
Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya.<br />
Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati<br />
ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya.<br />
Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh.<br />
Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.<br />
Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: &#8220;Guru, bag aim ana guru tahu apa yang akan terjadi?&#8221;<br />
Confusius berkata: &#8220;Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir,<br />
makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon.<br />
Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh&#8221;.<br />
Yan Hui berkata: &#8220;Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.&#8221;<br />
Confusius bilang: &#8220;Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku.<br />
Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3&#215;8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu.<br />
Tapi jikalau guru bilang 3&#215;8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa.<br />
Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?&#8221;<br />
Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : &#8220;Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun.<br />
Murid benar2 malu.&#8221; Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Cerita ini mengingatkan kita: Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.<br />
Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.<br />
Banyak hal ada kadar kepentingannya.<br />
Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.<br />
Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.<br />
Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat kita kasih sample barang lagi, kita akan mengerti)<br />
Bersikeras melawan boss. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat penilaian bonus akhir tahun, kita akan mengerti)<br />
Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (suami tidak betah di rumah)<br />
Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Bisa-bisa kita kehilangan seorang teman).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/3x823/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acara kumpul Bersama</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/acara-kumpul-bersama/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/acara-kumpul-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 21:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[PT. Anugerah Pharmindo Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul bersama Kacab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[18 Des 2009
Happy Birthday, selamat panjang umur bagi Mey mey puteri kacab / ABM Pak Suwandi dari Enseval.
Kami diundang, pada pukul 18:30 di resto Ayam Kalasan.
Sungguh suprise nih, sampe lupa beliin kado karena waktu di SMS hanya diinfokan acara kumpul, bukan acara Ultah. Untuk Mey mey, kado besok menyusul yah. Semoga menjadi anak yang sehat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">18 Des 2009</p>
<p style="text-align: justify;">Happy Birthday, selamat panjang umur bagi Mey mey puteri kacab / ABM Pak Suwandi dari Enseval.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami diundang, pada pukul 18:30 di resto Ayam Kalasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh suprise nih, sampe lupa beliin kado karena waktu di SMS hanya diinfokan acara kumpul, bukan acara Ultah. Untuk Mey mey, kado besok menyusul yah. Semoga menjadi anak yang sehat, dan berbakti kepada orang tua, juga rajin belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara berjalan meriah dan makan enak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dihadiri oleh para pejabat setempat, maksudnya dihadiri para Kacab antara lain keluarga Pak Ali &#8211; Kacab AAM, keluarga Pak David &#8211; Kacab Parit Padang . Dan tentunya APL.</p>
<p style="text-align: justify;">kami pun pulang dengan hati riang, perut kenyang.</p>
<p style="text-align: justify;">Besok Pak Ali dan kel. mudik ke Manado. Wah, kami mau tuch titip ikan Roa. Mantap, jika di bikin jadi sambel dabu-dabu roa.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/acara-kumpul-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Sejati</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/cinta-sejati/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/cinta-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 02:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gau
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mempelai wanita begitu anggun dalam gau</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/cinta-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piano</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/piano/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/piano/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 13:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Piano]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukan putranya tersebut kesekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu yang sangat singkat tiket konser [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukan putranya tersebut kesekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser mulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada disampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak inipun tidak bisa betah duduk diam terlalu lama, tanpa pengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Ketika lampu gedung mulai di redupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa rasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle2 Little Star.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba2 lebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke arah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan seorang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis juga terkejut, bergegas naik keatas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata “Teruslah bermain”, dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Sang pianis lalu duduk, disamping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ketengah panggung. Sang anak jadi GR, pikirnya “Gila, baru belajar sebulan saja sudah hebat!”. Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Teman2, apa implikasinya dalam hidup kita??? Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan2 besar yang telah kita lakukan, tapi kita lupa…bahwa semua itu terjadi karena TUHAN ada disamping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada TUHAN disamping kita,KITA ADALAH SIA-SIA. tapi apabila TUHAN ada disamping kita….sesederhana apapun yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Kiranya kita tidak pernah lupa bahwa ada TUHAN disamping kita. Amin.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/piano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penghambat Diri</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/penghambat-diri/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/penghambat-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 12:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Penghambat Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari di masa yang belum terlalu lama berselang, para pegawai sebuah perusahaan besar di sebuah kota yang kebali dari makan siang membaca pengumuman di pintu depan yang berbunyi “Orang yang menghambat perkembangan anda di perusahaan ini telah meninggal kemarin. Kami mengundang anda untuk menghadiri upacara penghormatan terakhir di ruang yang sudah disiapkan di gym”
Awalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: black; font-family: Arial;">Suatu hari di masa yang belum terlalu lama berselang, para pegawai sebuah perusahaan besar di sebuah kota yang kebali dari makan siang membaca pengumuman di pintu depan yang berbunyi <strong><span style="font-family: Arial;">“</span></strong><em><span style="font-family: Arial;">Orang yang menghambat perkembangan anda di perusahaan ini telah meninggal kemarin. Kami mengundang anda untuk menghadiri upacara penghormatan terakhir di ruang yang sudah disiapkan di gym”</span></em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: black; font-family: Arial;">Awalnya semua pegawai yang membaca pengumuman itu sedih, kolega mereka meninggal. Tapi, sesaat kemudian, mereka jadi ingin tahu siapa yang meninggal. Mereka makin penasaran ketika tiba di gym untuk memberikan penghormatan terakhir. Semua orang bertanya-tanya, siapa orang yang menghambat kemajuan mereka?</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: black; font-family: Arial;">Para pegawai itu pun satu persatu mendekati peti jenazah. Ketika melihat ke dalam peti, mereka sangat kaget dan membisu seribu bahasa seakaan seseorang telah menyentuh jiwa mereka yang terdalam. Di dalam peti jenazah terdapat sebuah cermin. Setiap orang yang melihat ke dalam peti menatap dirinya sendiri. Disamping cermin tertulis kalimat yang berbunyi, “<em><span style="font-family: Arial;">Satu-satunya orang yang bisa membuat batasan-batasan yang menghambat kemajuan dan perkembangan anda adalah Anda.”</span></em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: black; font-family: Arial;">Anda adalah satu-satunya orang yang dapat mengubah hidup anda. Satu-satunya orang yang dapat memepengaruhi kebahagiaan, realisasi dan sukses anda. Satu-satunya orang yang bisa membantu anda adalah anda sendiri. Hidup anda tidak beurbah ketika ganti bos, ketika teman berubah. Hidup anda berubah ketika anda berubah. Keika anda berusaha mengatasi pikiran-pikiran yang membatasi anda. Ketika anda sadar, satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas hidup anda adalah anda sendiri.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Hubungan paling penting yang dapat anda miliki adalah dengan diri sendiri</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/penghambat-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kata kata kasar</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/kata-kata-kasar/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/kata-kata-kasar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 02:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[kasar]]></category>
		<category><![CDATA[kata kasar]]></category>
		<category><![CDATA[Kata kata kasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. &#8220;Oh, maafkan saya&#8221; adalah reaksi saya. Ia berkata, &#8220;Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.&#8221; Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. &#8220;Oh, maafkan saya&#8221; adalah reaksi saya. Ia berkata, &#8220;Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.&#8221; Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.</p>
<p>Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.</p>
<p>Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, Anak Perempuan saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. &#8220;Minggir sana!!!&#8221; <strong style="COLOR: black; BACKGROUND-COLOR: #ffff66">kata</strong> saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya <strong style="COLOR: black; BACKGROUND-COLOR: #ffff66">kata</strong>-<strong style="COLOR: black; BACKGROUND-COLOR: #ffff66">kata</strong> saya kepadanya.</p>
<p>Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku, &#8220;Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi sanak keluarga yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.&#8221;</p>
<p>Seketika saya merasa malu, dan sekarang air mata mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, &#8220;Bangun, nak, bangun,&#8221; kataku. &#8220;Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?&#8221; Ia tersenyum, &#8221; Aku menemukannya jatuh dari pohon. &#8221;</p>
<p>&#8220;Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.&#8221; Aku berkata, &#8220;Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah <strong style="COLOR: black; BACKGROUND-COLOR: #99ff99">kasar</strong> padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.&#8221;</p>
<p>Si kecilku pun berkata, &#8220;Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.&#8221; Saya pun membalas, &#8220;Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.&#8221;</p>
<p>Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari?</p>
<p>Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.</p>
<p>Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?</p>
<p>Jadi apakah semua yang ada disini telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah semuanya tahu apa arti <strong style="COLOR: black; BACKGROUND-COLOR: #ffff66">kata</strong> KELUARGA?</p>
<p>Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.</p>
<p>FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/kata-kata-kasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pintu Yang Sama</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/pintu-yang-sama/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/pintu-yang-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 02:21:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[masalah keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pintu yang sama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/2009/12/pintu-yang-sama/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria yang sedang mengalami masalah dengan keadaan keuangannya memutuskan untuk menghubungi seorang ahli keuangan terkenal. Mereka membuat janji untuk bertemu. Pada hari yang ditentukan, pria tersebut memasuki ruang tunggu kantor sang penasihat keuangan. Anehnya, ia tidak disambut oleh seorang resepsionis pada umumnya. Justru di hadapannya ada dua pintu. Pintu pertama tertulis: merasa payah dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang pria yang sedang mengalami masalah dengan keadaan keuangannya memutuskan untuk menghubungi seorang ahli keuangan terkenal. Mereka membuat janji untuk bertemu. Pada hari yang ditentukan, pria tersebut memasuki ruang tunggu kantor sang penasihat keuangan. Anehnya, ia tidak disambut oleh seorang resepsionis pada umumnya. Justru di hadapannya ada dua pintu. Pintu pertama tertulis: merasa payah dalam pekerjaan, sedangkan di pintu kedua tertulis: enjoy dalam pekerjaan.</p>
<p>Karena ia merasa payah, maka ia masuk ke pintu yang bertuliskan: merasa payah dalam pekerjaan. Namun ketika ia masuk ke ruangan tersebut, ia dihadapkan dua pintu lagi. Pintu yang satu bertuliskan: berpenghasilan kurang dari 30 juta per tahun, dan pintu yang kedua bertuliskan; berpenghasilan diatas 30 juta per tahun. Masuk pintu tersebut, ia kembali dihadapkan dua pintu lain; menabung lebih dari 5 juta per tahun, dan pintu yang satunya bertuliskan: menabung kurang dari 5 juta per tahun. Tetapi ketika ia memauki pintu tersebut ternyata ia malah kembali lagi di ruang tunggu yang sebelumnya ia sudah masuki.</p>
<p>Pintu yang sama akan membawa kita kepada hasil yang sama pula. Pria dalam cerita di atas tidak akan pernah bisa keluar dari masalah keuangan, selama ia tidak mau mencoba masuk melalui pintu yang lain. Hidupnya ingin berubah, tapi sayang hal tersebut tidak diimbangi dengan tindakan yang juga berubah. Jika kita terus saja melakukan hal-hal yang sama seperti yang biasa kita lakukan, maka kita juga akan terus mendapatkan hasil yang sama dengan yang selama ini kita dapatkan. Jika ingin hidup kita berubah, tidak ada pilihan lain kecuali kita juga mau mengubah sikap, cara berpikir, dan tindakan kita.</p>
<p>Adalah hal yang mustahil jika kita ingin mendapat hasil berbeda padahal kita selalu melakukan cara yang sama.</p>
<p><!-- |**|begin egp html banner|**| --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/pintu-yang-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
