<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Richardus Sendjaja &#187; Religius</title>
	<atom:link href="http://richardus.com/category/religius/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://richardus.com</link>
	<description>All about me, family, friend, and my jobs</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 09:06:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penyebab Kurang Baiknya&#8230;</title>
		<link>http://richardus.com/2011/08/penyebab-kurang-baiknya/</link>
		<comments>http://richardus.com/2011/08/penyebab-kurang-baiknya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 08:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang menjadi penyebab  &#8230;..
Apa yang menjadi penyebab kurang baiknya hubungan (perteman, kekasih, orang tua-anak, 
atasan-bawahan, saudara)? 
Kurang baiknya komunikasi menjadi salah satu penyebabnya. 
Ketika salah satu pihak hanya mau didengarkan, tanpa mau mendengarkan, 
hanya mau menggunakan mulut tanpa mau menggunakan telinga, 
hanya mau dimengerti tanpa mau dimengerti. 
Bangunlah komunikasi yang baik dengan lebih banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa yang menjadi penyebab  &#8230;..</strong><strong></strong></p>
<p><strong>Apa yang menjadi penyebab kurang baiknya hubungan (perteman, kekasih, orang tua-anak, </strong></p>
<p><strong>atasan-bawahan, saudara)? </strong></p>
<p><strong>Kurang baiknya komunikasi menjadi salah satu penyebabnya. </strong></p>
<p><strong>Ketika salah satu pihak hanya mau didengarkan, tanpa mau mendengarkan, </strong></p>
<p><strong>hanya mau menggunakan mulut tanpa mau menggunakan telinga, </strong></p>
<p><strong>hanya mau dimengerti tanpa mau dimengerti. </strong></p>
<p><strong>Bangunlah komunikasi yang baik dengan lebih banyak mendengar, </strong></p>
<p><strong>lebih banyak mengerti, lebih banyak gunakan telinga. </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Renungan </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Bagaimana komunikasi kita dengan Tuhan? </strong></p>
<p><strong>Ketika kita berdoa dan merasa Tuhan tidak menjawab doa kita, </strong></p>
<p><strong>apa  itu berarti hubungan kita dengan Tuhan kurang baik? </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Kalau kita memutus doa kita berarti </strong></p>
<p><strong>sudah terjadi hubungan yang kurang baik dengan Tuhan . </strong><strong></strong></p>
<p><strong>(Karena dengan terus berdoa, kita menjaga komunikasi  yang baik dengan Tuhan) </strong></p>
<p><strong>Percayalah Tuhan akan selalu mendengarkan doa kita dan akan mengabulkannya </strong></p>
<p><strong>dengan cara NYA. </strong></p>
<p><strong>Semoga Tuhan kabulkan segala doa permohonan kita pada hari ini.</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2011/08/penyebab-kurang-baiknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Ubah Diri Kita Dahulu</title>
		<link>http://richardus.com/2011/07/tuhan-ubah-diri-kita-dahulu/</link>
		<comments>http://richardus.com/2011/07/tuhan-ubah-diri-kita-dahulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 08:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita berdoa minta Tuhan ubah hidup kita, dan 
ternyata ketika kita bangun dipagi hari, Matahari tetap terbit di timur, 
siang hari orang-orang yang kita temui tidak ada yang berubah, 
kita tetap menemui masalah setiap harinya. 
 Lalu apa yang berubah? 
Ternyata yang Tuhan ubah adalah diri kita sendiri. 
Tuhan ubah pemahaman dan cara pandang kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ketika kita berdoa minta Tuhan ubah hidup kita, dan </strong></p>
<p><strong>ternyata ketika kita bangun dipagi hari, Matahari tetap terbit di timur, </strong></p>
<p><strong>siang hari orang-orang yang kita temui tidak ada yang berubah, </strong></p>
<p><strong>kita tetap menemui masalah setiap harinya. </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Lalu apa yang berubah? </strong></p>
<p><strong>Ternyata yang Tuhan ubah adalah diri kita sendiri. </strong></p>
<p><strong>Tuhan ubah pemahaman dan cara pandang kita terhadap dunia dan </strong></p>
<p><strong>kehidupan secara keseluruhan. </strong></p>
<p><strong>Bersyukurlah untuk itu, bahwa yang Tuhan ubah adalah diri kita terlebih dahulu.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2011/07/tuhan-ubah-diri-kita-dahulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piano</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/piano/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/piano/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 13:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Piano]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukan putranya tersebut kesekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu yang sangat singkat tiket konser [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukan putranya tersebut kesekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser mulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada disampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak inipun tidak bisa betah duduk diam terlalu lama, tanpa pengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Ketika lampu gedung mulai di redupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa rasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle2 Little Star.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba2 lebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke arah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan seorang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis juga terkejut, bergegas naik keatas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata “Teruslah bermain”, dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Sang pianis lalu duduk, disamping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ketengah panggung. Sang anak jadi GR, pikirnya “Gila, baru belajar sebulan saja sudah hebat!”. Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Teman2, apa implikasinya dalam hidup kita??? Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan2 besar yang telah kita lakukan, tapi kita lupa…bahwa semua itu terjadi karena TUHAN ada disamping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada TUHAN disamping kita,KITA ADALAH SIA-SIA. tapi apabila TUHAN ada disamping kita….sesederhana apapun yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Kiranya kita tidak pernah lupa bahwa ada TUHAN disamping kita. Amin.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/piano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Tiga Pohon</title>
		<link>http://richardus.com/2009/11/kisah-tiga-pohon/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/11/kisah-tiga-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 13:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah 3 Pohon]]></category>
		<category><![CDATA[kisah tiga pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Mari kita merenungkan kisah ini untuk lebih melapangkan dada dalam setiap hal yang kita alami.
Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.
Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.
Pohon pertama berkata: “Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya”.
Kemudian pohon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mari kita merenungkan kisah ini untuk lebih melapangkan dada dalam setiap hal yang kita alami.</p>
<p style="text-align: justify;">Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Pohon pertama berkata: “Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya”.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian pohon kedua berkata: “Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku”.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya: “Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu…Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi… doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.<br />
Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berfikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi… ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun demi tahun berganti…, dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.Kemudian suatu hari…</p>
<p style="text-align: justify;">Sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.</p>
<p style="text-align: justify;">Bertahun-tahun kemudian…</p>
<p style="text-align: justify;">Sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua.<br />
Ditengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai: “Diam!!!” Tenanglah”. Dan badai itupun berhenti. Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja diatas segala raja.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya… seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUSlah yang disalibkan padanya…</p>
<p style="text-align: justify;">KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR. KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI TIDAK DENGAN CARA YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN. BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA. KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/11/kisah-tiga-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negeri Orang Bahagia</title>
		<link>http://richardus.com/2009/10/negeri-orang-bahagia/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/10/negeri-orang-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 12:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Orang Bahagia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[MEMO FROM GOD
AKUlah penciptamu. Aku akan turut campur dalam segala permasalahan hidupmu. Ingat, Aku tidak membutuhkan bantuanmu.
Jika engkau menghadapi situasi sulit yang tidak bisa engkau pecahkan, masukkan ke kotak SFGTD (something for God to do)-mu. Semua masalah akan terselesaikan, namun bukan menurut ukuran waktumu tapi waktuKU.
Sekali engkau masukkan masalah ke dalam kotak SFGTD-mu, engkau tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">MEMO FROM GOD</p>
<p style="text-align: justify;">AKUlah penciptamu. Aku akan turut campur dalam segala permasalahan hidupmu. Ingat, Aku tidak membutuhkan bantuanmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika engkau menghadapi situasi sulit yang tidak bisa engkau pecahkan, masukkan ke kotak SFGTD (something for God to do)-mu. Semua masalah akan terselesaikan, namun bukan menurut ukuran waktumu tapi waktuKU.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali engkau masukkan masalah ke dalam kotak SFGTD-mu, engkau tidak perlu lagi melanjutkan<br />
kekuatiranmu. Lebih baik engkau terjunkan dirimu melanjutkan peran hidupmu saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika engkau terjebak kemacetan, jangan bringas. Karena Ada orang-orang yang memang ditetapkan mendahuluimu untuk kepentingan yang mengungkapkannya saja dia sudah tidak mampu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat engkau merasa Hari-Hari di kantormu tidak begitu baik, pikirkanlah orang-orang lain yang keluar dari kantor beberapa tahun lalu</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika hubunganmu memburuk, pikirkanlah orang-orang yang sudah lupa rasa mencintai Dan dicintai.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat engkau masih bisa menggunakan waktu akhir pekan untuk liburanmu; engkau masih lebih beruntung dari wanita penjahit yang bekerja 12 jam sehari, 7 Hari seminggu demi anak-anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat mobilmu rusak, pikirkanlah orang yang bahkan untuk berjalan saja dia sudah tidak mampu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika engkau berkaca di cermin merapikan rambutmu, pikirkanlah orang yang sedang sakit kanker yang selalu berharap rambutnya segera tumbuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika engkau merasa menjadi korban dari kesalahan, kegetiran, pengabaian, ketidak-nyamanan orang lain, ingatlah sesuatu atau seseorang dapat saja salah, Dan mungkin engkau salah satunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak hal yang dapat Kita jadikan sebagai bahan renungan agar senantiasa disamping Kita selalu berjuang menuju hidup yang lebih baik, Kita selalu mensyukuri hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Akankah engkau sampaikan pesan ini ke kawan-kawanmu?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ya, paling tidak engkau akan menambah Penghuni Negeri Orang Bahagia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/10/negeri-orang-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tukang Cukur</title>
		<link>http://richardus.com/2009/06/tukang-cukur/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/06/tukang-cukur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 13:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Cukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong ram but konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan  sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong ram but konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan  sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.</p>
<p style="text-align: justify;">“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak  ingin memulai adu pendapat.</p>
<p style="text-align: justify;">Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan  tempat si tukang cukur.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.</p>
<p style="text-align: justify;">Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya  TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”</p>
<p style="text-align: justify;">Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”</p>
<p style="text-align: justify;">“Tidak!” elak si konsumen.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana “, si konsumen menambahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.</p>
<p style="text-align: justify;">” Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.</p>
<p style="text-align: justify;">“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.</p>
<p style="text-align: justify;">“Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ‘ITU JUGA ADA ! Tapi apa yang terjadi, orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.  Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Si tukang cukur terbengong !!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/06/tukang-cukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Menarik 7%</title>
		<link>http://richardus.com/2008/12/cerita-menarik-7/</link>
		<comments>http://richardus.com/2008/12/cerita-menarik-7/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 22:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[7%]]></category>
		<category><![CDATA[cerita menarik 7%]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.
Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.
Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium; font-family: Tahoma;"><span style="font-size: 13.5pt; font-family: Tahoma;">Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.</p>
<p style="text-align: justify;">Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA”</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?”</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik”</p>
<p style="text-align: justify;">“Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain <span style="font-weight: bold;">orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri</span> “</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2008/12/cerita-menarik-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kadang Hidupmu Menangis</title>
		<link>http://richardus.com/2008/01/kadang-hidupmu-menangis/</link>
		<comments>http://richardus.com/2008/01/kadang-hidupmu-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 13:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Kadang hidupmu menangis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru. Jangan putus asa !! Bangkitlah !! Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. demikian juga dirimu. kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Jangan putus asa !! Bangkitlah !!</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. demikian juga dirimu. kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">AKU sering melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain?</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Bukankah AKU udah menyediakan suksesmu sendiri?</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Jadilah seperti air..Selalu mengalir…melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Anak-Ku,,,jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi kalahkan keadaaan !!</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Anak-Ku yang terkasih,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Bukankah untuk itu kau hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU?</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. Aku selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Ayah yang selalu mengasihimu, ,</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"> </span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">YESUS</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2008/01/kadang-hidupmu-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

