<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Richardus Sendjaja &#187; Reflection</title>
	<atom:link href="http://richardus.com/category/reflection/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://richardus.com</link>
	<description>All about me, family, friend, and my jobs</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 09:06:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Busuknya Kebencian</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/busuknya-kebencian/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/busuknya-kebencian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 01:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[busuk]]></category>
		<category><![CDATA[Busuknya kebecian]]></category>
		<category><![CDATA[kebencian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan &#8220;permainan&#8221;.
Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang.
Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa … tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.
Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan &#8220;permainan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang.</p>
<p style="text-align: justify;">Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa … tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci.</p>
<p style="text-align: justify;">Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu Guru : &#8220;Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Guru pun menjelaskan apa arti dari &#8220;permainan&#8221; yang mereka lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu Guru : &#8220;Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Kasian!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/busuknya-kebencian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Sejati</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/cinta-sejati/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/cinta-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 02:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gau
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mempelai wanita begitu anggun dalam gau</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/cinta-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piano</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/piano/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/piano/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 13:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Piano]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukan putranya tersebut kesekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu yang sangat singkat tiket konser [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;">Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukan putranya tersebut kesekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser mulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada disampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak inipun tidak bisa betah duduk diam terlalu lama, tanpa pengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Ketika lampu gedung mulai di redupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa rasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle2 Little Star.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba2 lebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke arah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan seorang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis juga terkejut, bergegas naik keatas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata “Teruslah bermain”, dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Sang pianis lalu duduk, disamping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ketengah panggung. Sang anak jadi GR, pikirnya “Gila, baru belajar sebulan saja sudah hebat!”. Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Teman2, apa implikasinya dalam hidup kita??? Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan2 besar yang telah kita lakukan, tapi kita lupa…bahwa semua itu terjadi karena TUHAN ada disamping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada TUHAN disamping kita,KITA ADALAH SIA-SIA. tapi apabila TUHAN ada disamping kita….sesederhana apapun yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Georgia;"><br />
</span><span style="font-size: 8.5pt; color: black; line-height: 140%; font-family: Verdana;"><br />
Kiranya kita tidak pernah lupa bahwa ada TUHAN disamping kita. Amin.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/piano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kata kata kasar</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/kata-kata-kasar/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/kata-kata-kasar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 02:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[kasar]]></category>
		<category><![CDATA[kata kasar]]></category>
		<category><![CDATA[Kata kata kasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. &#8220;Oh, maafkan saya&#8221; adalah reaksi saya. Ia berkata, &#8220;Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.&#8221; Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. &#8220;Oh, maafkan saya&#8221; adalah reaksi saya. Ia berkata, &#8220;Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.&#8221; Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.</p>
<p>Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.</p>
<p>Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, Anak Perempuan saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. &#8220;Minggir sana!!!&#8221; <strong style="COLOR: black; BACKGROUND-COLOR: #ffff66">kata</strong> saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya <strong style="COLOR: black; BACKGROUND-COLOR: #ffff66">kata</strong>-<strong style="COLOR: black; BACKGROUND-COLOR: #ffff66">kata</strong> saya kepadanya.</p>
<p>Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku, &#8220;Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi sanak keluarga yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.&#8221;</p>
<p>Seketika saya merasa malu, dan sekarang air mata mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, &#8220;Bangun, nak, bangun,&#8221; kataku. &#8220;Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?&#8221; Ia tersenyum, &#8221; Aku menemukannya jatuh dari pohon. &#8221;</p>
<p>&#8220;Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.&#8221; Aku berkata, &#8220;Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah <strong style="COLOR: black; BACKGROUND-COLOR: #99ff99">kasar</strong> padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.&#8221;</p>
<p>Si kecilku pun berkata, &#8220;Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.&#8221; Saya pun membalas, &#8220;Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.&#8221;</p>
<p>Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari?</p>
<p>Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.</p>
<p>Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?</p>
<p>Jadi apakah semua yang ada disini telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah semuanya tahu apa arti <strong style="COLOR: black; BACKGROUND-COLOR: #ffff66">kata</strong> KELUARGA?</p>
<p>Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.</p>
<p>FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/kata-kata-kasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cermin Yang Terlupakan</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/cermin-yang-terlupakan/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/cermin-yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 02:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Cermin yang terlupakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith, mengadakan &#8216;garage sale&#8217; untuk menjual barang-barang bekas yang tidak mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan anak-anak mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.
Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi.
Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith, mengadakan &#8216;garage sale&#8217; untuk menjual barang-barang bekas yang tidak mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan anak-anak mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.</p>
<p>Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi.</p>
<p>Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu di antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah pernikahan mereka, dua puluh tahun yang lampau.</p>
<p>Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah mereka. Namun karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak mereka kembalikan.</p>
<p>Demikianlah, cermin itu teronggok di loteng. Setelah dua puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang lain untuk dijual keesokan hari.</p>
<p>Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah mereka penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang mereka jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah tangga, buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua yang sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli.</p>
<p>Seorang lelaki menghampiri Mrs. Smith. &#8220;Berapa harga cermin itu?&#8221; katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai tadi. Mrs. Smith tercengang. &#8220;Wah, saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda sungguh ingin membelinya?&#8221; katanya.<br />
&#8220;Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus.&#8221; jawab pria itu. Mrs. Smith tidak tahu berapa harga yang pantas untuk cermin jelek itu. Meskipun sangat mulus, namun baginya cermin itu tetaplah jelek dan tidak berharga.</p>
<p>Setelah berpikir sejenak, Mrs. Smith berkata, &#8220;Hmm &#8230; anda bisa membeli cermin itu untuk satu dolar.&#8221;<br />
Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik selembar uang satu dolar dan memberikannya kepada Mrs. Smith.</p>
<p>&#8220;Terima kasih,&#8221; kata Mrs. Smith, &#8220;Sekarang cermin itu jadi milik Anda. Apakah perlu dibungkus?&#8221;<br />
&#8220;Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang.&#8221; jawab si pembeli..</p>
<p>Mrs. Smith memberikan ijinnya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya dan meletakkannya di atas meja di depan Mrs. Smith. Dia mulai mengupas pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan lapisan pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya.</p>
<p>Bingkai cermin itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru aqua yang selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung bingkai itu!</p>
<p>&#8220;Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!&#8221; sorak pria itu dengan gembira. Mrs. Smith tidak bisa<br />
berkata-kata menyaksikan cermin indah itu dibawa pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih pantas daripada loteng rumah yang sempit dan berdebu.</p>
<p>Kisah ini menggambarkan bagaimana kita melihat hidup kita. Terkadang kita merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari.</p>
<p>Sama halnya dengan Mr. dan Mrs. Smith yang hanya melihat plastik pelapis dari bingkai cermin mereka, sehingga mereka merasa cermin itu jelek dan tidak cocok digantung di dinding. Padahal dibalik lapisan itu, ada warna emas yang indah.</p>
<p>Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat memperkaya hidup kita.</p>
<p>Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur hidup kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali dalam hidup kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Tuhan untuk kita.</p>
<p>Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas?</p>
<p>Akankah kita membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak seperti yang kita inginkan?</p>
<p>Setelah dua puluh tahun, dan setelah terlambat, barulah Mrs. Smith menyadari nilai sesungguhnya dari cermin tersebut. Inginkah kita menyadari keindahan hidup kita setelah segalanya terlambat? Tentu tidak.</p>
<p>Sebab itu, marilah kita mulai mengikis pandangan kita bahwa hidup hanyalah rutinitas belaka. Mari kita mulai mengelupas rutinitas tersebut dan menemukan nilai sesungguhnya dari hidup kita.</p>
<p>Marilah kita mulai menjelajah hidup kita, menemukan hal-hal baru, belajar lebih banyak, mengenal orang lebih baik.</p>
<p>Mari kita melakukan sesuatu yang baru.</p>
<p>Mari kita membuat perbedaan!</p>
<p><!-- |**|begin egp html banner|**| --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/cermin-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resep Kue Cinta</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/resep-kue-cinta/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/resep-kue-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 02:35:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[resep kue cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Resep ~KUE CINTA~ 
BAHAN :
1 pria sehat
1 wanita sehat
100% Komitmen
2 pasang restu orang tua
1 botol kasih sayang murni
BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata &#38; mengembang)
Tips:
• Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan
yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat
mempengaruhi kelezatan
• Sebaiknya dibeli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Resep ~KUE CINTA~ </p>
<p>BAHAN :<br />
1 pria sehat<br />
1 wanita sehat<br />
100% Komitmen<br />
2 pasang restu orang tua<br />
1 botol kasih sayang murni</p>
<p>BUMBU:<br />
1 balok besar humor,<br />
25 gr rekreasi,<br />
1 bungkus doa,<br />
2 sendok teh telpon-telponan,<br />
(Semuanya diaduk hingga merata &amp; mengembang)</p>
<p>Tips:<br />
• Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan<br />
yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat<br />
mempengaruhi kelezatan<br />
• Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak<br />
jual mahal tapi mutunya terjamin.<br />
• Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena<br />
walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen<br />
atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.<br />
• Gunakan Kasih sayang cap “IMAN, HARAP &amp; KASIH” yang telah memiliki<br />
sertifikat  ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.</p>
<p>Cara Memasak:<br />
• Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga<br />
tersisa niat tulus ikhlas<br />
• Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang<br />
tua secara merata<br />
• Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api<br />
cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta<br />
• Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas<br />
• Kue siap dinikmati</p>
<p>Catatan:<br />
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak<br />
dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat !<br />
Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya,<br />
rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan<br />
lagi di oven bermerek “Tempat Ibadah” diatas api cinta. Setelah mulai<br />
hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.<br />
Selamat mencoba, dijamin halal… !<br />
Selamat menikmati….</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/resep-kue-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terimakasih, Maaf dan Tolong</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/terimakasih-maaf-dan-tolong/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/terimakasih-maaf-dan-tolong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 13:23:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Maaf dan Tolong]]></category>
		<category><![CDATA[Terimakasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[*Menghargai Orang Lain*
Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri  seorang  direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan  kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki  masa  pensiun dari perusahaan tersebut.
Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan  dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">*Menghargai Orang Lain*</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri  seorang  direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan  kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki  masa  pensiun dari perusahaan tersebut.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan  dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan,  dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut,  yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, “Yang  terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata  “tolong”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah  tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan  “maaf”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih”  kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi.  Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin.”  Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor.  Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut. Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena  seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di  perusahaan itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Pembaca Yang Budiman, Tiga kata *”terimakasih, maaf, dan tolong”* adalah kalimat pendek yang  sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara  tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada  bawahannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">*Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada  sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga  tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.* Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendekseperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/terimakasih-maaf-dan-tolong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Tiga Pohon</title>
		<link>http://richardus.com/2009/11/kisah-tiga-pohon/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/11/kisah-tiga-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 13:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah 3 Pohon]]></category>
		<category><![CDATA[kisah tiga pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Mari kita merenungkan kisah ini untuk lebih melapangkan dada dalam setiap hal yang kita alami.
Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.
Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.
Pohon pertama berkata: “Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya”.
Kemudian pohon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mari kita merenungkan kisah ini untuk lebih melapangkan dada dalam setiap hal yang kita alami.</p>
<p style="text-align: justify;">Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Pohon pertama berkata: “Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya”.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian pohon kedua berkata: “Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku”.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya: “Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu…Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi… doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.<br />
Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berfikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi… ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun demi tahun berganti…, dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.Kemudian suatu hari…</p>
<p style="text-align: justify;">Sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.</p>
<p style="text-align: justify;">Bertahun-tahun kemudian…</p>
<p style="text-align: justify;">Sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua.<br />
Ditengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai: “Diam!!!” Tenanglah”. Dan badai itupun berhenti. Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja diatas segala raja.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya… seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUSlah yang disalibkan padanya…</p>
<p style="text-align: justify;">KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR. KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI TIDAK DENGAN CARA YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN. BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA. KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/11/kisah-tiga-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negeri Orang Bahagia</title>
		<link>http://richardus.com/2009/10/negeri-orang-bahagia/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/10/negeri-orang-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 12:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Orang Bahagia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[MEMO FROM GOD
AKUlah penciptamu. Aku akan turut campur dalam segala permasalahan hidupmu. Ingat, Aku tidak membutuhkan bantuanmu.
Jika engkau menghadapi situasi sulit yang tidak bisa engkau pecahkan, masukkan ke kotak SFGTD (something for God to do)-mu. Semua masalah akan terselesaikan, namun bukan menurut ukuran waktumu tapi waktuKU.
Sekali engkau masukkan masalah ke dalam kotak SFGTD-mu, engkau tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">MEMO FROM GOD</p>
<p style="text-align: justify;">AKUlah penciptamu. Aku akan turut campur dalam segala permasalahan hidupmu. Ingat, Aku tidak membutuhkan bantuanmu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika engkau menghadapi situasi sulit yang tidak bisa engkau pecahkan, masukkan ke kotak SFGTD (something for God to do)-mu. Semua masalah akan terselesaikan, namun bukan menurut ukuran waktumu tapi waktuKU.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali engkau masukkan masalah ke dalam kotak SFGTD-mu, engkau tidak perlu lagi melanjutkan<br />
kekuatiranmu. Lebih baik engkau terjunkan dirimu melanjutkan peran hidupmu saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika engkau terjebak kemacetan, jangan bringas. Karena Ada orang-orang yang memang ditetapkan mendahuluimu untuk kepentingan yang mengungkapkannya saja dia sudah tidak mampu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat engkau merasa Hari-Hari di kantormu tidak begitu baik, pikirkanlah orang-orang lain yang keluar dari kantor beberapa tahun lalu</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika hubunganmu memburuk, pikirkanlah orang-orang yang sudah lupa rasa mencintai Dan dicintai.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat engkau masih bisa menggunakan waktu akhir pekan untuk liburanmu; engkau masih lebih beruntung dari wanita penjahit yang bekerja 12 jam sehari, 7 Hari seminggu demi anak-anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat mobilmu rusak, pikirkanlah orang yang bahkan untuk berjalan saja dia sudah tidak mampu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika engkau berkaca di cermin merapikan rambutmu, pikirkanlah orang yang sedang sakit kanker yang selalu berharap rambutnya segera tumbuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika engkau merasa menjadi korban dari kesalahan, kegetiran, pengabaian, ketidak-nyamanan orang lain, ingatlah sesuatu atau seseorang dapat saja salah, Dan mungkin engkau salah satunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak hal yang dapat Kita jadikan sebagai bahan renungan agar senantiasa disamping Kita selalu berjuang menuju hidup yang lebih baik, Kita selalu mensyukuri hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Akankah engkau sampaikan pesan ini ke kawan-kawanmu?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ya, paling tidak engkau akan menambah Penghuni Negeri Orang Bahagia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/10/negeri-orang-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas dan Kekasih</title>
		<link>http://richardus.com/2009/09/emas-dan-kekasih/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/09/emas-dan-kekasih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 12:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[Emas dan Kekasih]]></category>
		<category><![CDATA[kekasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan bagi yang, SEDANG MENCARI PASANGAN, TELAH MEMPEROLEH PASANGAN dan TELAH MENIKAH.

Alkisah seorang raja yg kaya raya &#38; sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas &#38; kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas &#38; kuningan tercampur menjadi satu.
Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-weight: bold; font-size: 85%; font-style: italic;"><span style="color: #ff409f;">Bacaan bagi yang, SEDANG MENCARI PASANGAN, TELAH MEMPEROLEH PASANGAN dan TELAH MENIKAH</span>.</span><br />
<span style="font-size: 85%;"><br />
Alkisah seorang raja yg kaya raya &amp; sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas &amp; kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas &amp; kuningan tercampur menjadi satu.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas &amp; kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas &amp; mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat &amp; mana yg emasnya hanya 1 karat.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH &amp; MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja &amp; merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH &amp; MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN &amp; SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.<br />
<span style="font-size: 85%;"><br />
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, “Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?”</span></p>
<p style="text-align: justify;">Jawab orang itu: “Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.”<br />
<span style="font-size: 85%;"><br />
Lalu tanya prajurit itu lagi: “Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?”</span></p>
<p style="text-align: justify;">Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis.”</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu prajurit itu berkeliling &amp; ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, “Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?”</p>
<p style="text-align: justify;">Jawab orang kaya itu, “Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. ”</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, “Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?’</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi, “Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?”<br />
<span style="font-size: 85%;"><br />
Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, “Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? ”</span></p>
<p style="text-align: justify;">Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: “Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas &amp; mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu.” Tanya prajurit itu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tuan, emas &amp; kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas &amp; mana yg kuningan, mana yg 1 karat &amp; mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting.” Jawabnya lugu.</p>
<p style="text-align: justify;">Prajurit ini semakin penasaran, “Mengapa bisa begitu?”<br />
<span style="font-size: 85%;"><br />
“Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan.”</span></p>
<p style="text-align: justify;">Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, “Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil. Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain &amp; menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?” Tanya prajurit lagi.<br />
<span style="font-size: 85%;"><br />
“Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja &amp; merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni.”</span></p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar &amp; berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata, “Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, “Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya. ”</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah raja yg baik hati &amp; bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 85%;">(Dikutip dari: “When We Have to Choice” / Kumpulan Sharing &amp; Cerpen)</span><br />
<span style="font-size: 85%;">Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari </span><span style="font-size: 85%;">pasangan hidup:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 85%;">BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN (setengah hari untuk memilih)</span><br />
<span style="font-size: 85%;">MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.</span></p>
<p style="text-align: justify;">BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN (setengah hari untuk merenungkan)<br />
<span style="font-size: 85%;">Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN &amp; KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI Anda bersamanya. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. “CINTA SELALU BERJUANG” Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN &amp; CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;">BAGI YANG TELAH MENIKAH (setengah hari untuk memutuskan)<br />
<span style="font-size: 85%;">Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal</span><br />
<span style="font-size: 85%;">dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi &amp; bercerai lagi?? Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda. Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan<br />
Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA…</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/09/emas-dan-kekasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

