<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Richardus Sendjaja &#187; Motivation</title>
	<atom:link href="http://richardus.com/category/motivation/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://richardus.com</link>
	<description>All about me, family, friend, and my jobs</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 09:06:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kodok Tuli</title>
		<link>http://richardus.com/2011/12/kodok-tuli/</link>
		<comments>http://richardus.com/2011/12/kodok-tuli/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 09:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan.   
Malangnya dua diantara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. 
Kodok-kodok yang lain  mengelilingi lubang tersebut. 
Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada ke 2 kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. 
Ke 2 kodok tersebut tidak memperdulikan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan.  </strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Malangnya dua diantara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. </strong></p>
<p><strong>Kodok-kodok yang lain  mengelilingi lubang tersebut. </strong></p>
<p><strong>Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada ke 2 kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. </strong></p>
<p><strong>Ke 2 kodok tersebut tidak memperdulikan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati. </strong></p>
<p><strong>Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada dilubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat.</strong> <strong>Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. </strong></p>
<p><strong>Dengan lompatan yang kencang, dia berhasil sampai diatas.</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Kodok lainnya takjud dengan semangat kodok yang satu ini dan bertanya</strong> <strong>&#8220;apa kau tidak mendengar teriakan kami?&#8221; Lalu kodok itu dengan dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain menjelaskan bahwa ia tuli. </strong></p>
<p><strong>Akhirnya mereka sadar bahwa saat ini dibawah tadi mereka telah memberikan semangat</strong> <strong>kepada kodok tersebut. </strong></p>
<p><strong><em>Kata-kata positif  yang diberikan pada seseorang yang sedang &#8220;jatuh&#8221; </em></strong></p>
<p><strong><em>dapat membuat orang  tersebut  bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari. </em></strong></p>
<p><strong><em>Sebaliknya , kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang jatuh dapat membunuh mereka. </em></strong></p>
<p><strong>Suarakan kata-kata kehidupan kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur hidupnya. Kadang2 sulit dimengerti bahwa &#8220;kata-kata kehidupan &#8221; itu dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan. </strong></p>
<p><strong>Semua orang dapat mengeluarkan &#8220;kata-kata kehidupan&#8221; untuk membuat rekan/ teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya bangkit dari keputus-asaannya, kejatuhannya, kemalangannya. </strong></p>
<p><strong><em>Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk</em></strong> <strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>memberikan spirit bagi mereka yang putus asa dan jatuh.</em></strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2011/12/kodok-tuli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angry and Smile</title>
		<link>http://richardus.com/2011/05/angry-and-smile/</link>
		<comments>http://richardus.com/2011/05/angry-and-smile/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 08:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa berkata-katalah dalam hatimu ditempat tidurmu,tetapi tetaplah diam. Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. 
Korek api mempunyai kepala tapi tidak mempunyai otak, oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar. Kita mempunyai kepala &#38; juga otak; jadi kita tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa berkata-katalah dalam hatimu ditempat tidurmu,tetapi tetaplah diam. Hati yang gembira membuat muka berseri-seri,</strong> <strong>tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Korek api mempunyai kepala tapi tidak mempunyai otak, oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar.</strong> <strong>Kita mempunyai kepala &amp; juga otak;</strong> <strong>jadi kita tidak perlu kebakaran jenggot hanya karena gesekan kecil. Jadi dgn menggunakan otak kita dapat mengurangi stress. </strong><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Renungan </em></strong></p>
<p><strong>Tahukah kita bahwa untuk setiap detik yg diluangkan dalam bentuk kemarahan maka satu menit kebahagian telah terbuang.</strong> <strong>Mari belajar untuk mengendalikan diri, karna ketika kita bekerja dgn  emosi yg stabil,</strong> <strong>kita dapat menyingkapi kehidupan dgn lebih arif dan bijaksana.</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Semua yg dimulai dgn rasa marah akan berakhir dgn rasa malu dan menyesal..</strong></p>
<p><strong><em>Apakah bisa dgn hasil maksimal bila kita bekerja dengan cemberut? </em></strong></p>
<p><strong><em>Cobalah ganti cemberut kita dengan senyum , pasti hasilnya akan berbeda&#8230;</em></strong><strong>..</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>S&#8230;&#8230;&#8230; see</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>M &#8230;&#8230;. miracle</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>I&#8230;&#8230;&#8230;. in </strong></p>
<p><strong>L &#8230;&#8230;.. life</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>E&#8230;&#8230;&#8230; everyday</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2011/05/angry-and-smile/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petani dan Pengendara Mercy</title>
		<link>http://richardus.com/2011/03/petani-dan-pengendara-mercy/</link>
		<comments>http://richardus.com/2011/03/petani-dan-pengendara-mercy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 08:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan. Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya, &#8220;Lihat bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu meski mereka kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah. 
Sementara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan. Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya, &#8220;Lihat bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu meski mereka kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah. </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Sementara itu pengendara motor dan istrinya yang sedang berboncengan dibawah derasnya </strong><strong>air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya .</strong> <strong>&#8220;Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita. </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Didalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat , &#8220;Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tidak seperti mobil kita yang sering mogok.&#8221;</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya dan ketika dia melihat sepasang suami istri yg berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hati &#8220;betapa bahagianya suami istri itu, mereka dgn mesranya  berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan diperdesaan ini, sementara aku &amp; istriku tidak pernah punya waktu untuk berduaan karena kesibukan masing2.</strong></p>
<p><strong>Renungan </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain,dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Bersyukurlah senantiasa atas hidup kita, </strong></p>
<p><strong>supaya kita tahu dimana kebahagiaan itu berada.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2011/03/petani-dan-pengendara-mercy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penguin Kaisar (Kasih)</title>
		<link>http://richardus.com/2011/02/penguin-kaisar-kasih/</link>
		<comments>http://richardus.com/2011/02/penguin-kaisar-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 08:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Penguin kaisar bertelur satu butir setiap musim kawin. Si jantan bertugas mengerami telur itu dengan menjepitnya diantara kaki dan lipatan lemak disekitar perutnya selama kira-kira 64 hari. Ia berada dalam kumpulan besar penguin  jantan yang berdempetan saling menghangatkan ditengah musim dingin Antartika. 
Sementara itu, si betina kembali kelaut untuk mencari makan. 
Ia akan kembali ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penguin kaisar bertelur satu butir setiap musim kawin. Si jantan bertugas mengerami telur itu dengan menjepitnya diantara kaki dan lipatan lemak disekitar perutnya selama kira-kira 64 hari.</strong> <strong>Ia berada dalam kumpulan besar penguin  jantan yang berdempetan saling menghangatkan ditengah musim dingin Antartika. </strong></p>
<p><strong>Sementara itu, si betina kembali kelaut untuk mencari makan. </strong></p>
<p><strong>Ia akan kembali ke sarang menjelang anaknya menetas. </strong></p>
<p><strong>Apabila ia terlambat, si jantan dapat memberi makan anaknya dengan cadangan yang diambil </strong></p>
<p><strong>dari saluruan pencernaan sampai selama sepuluh hari. </strong></p>
<p><strong>Ia akan membuatnya kehilangan setengan bobot tubuhnya.</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Begitu di betina muncul, giliran si jantan pergi ke laut selanjutnya mereka bergantian mencari </strong></p>
<p><strong>makan untuk membesarkan si kecil. </strong></p>
<p><strong>Renungan </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Kehidupan unggas kutub tersebut menggambarkan bahwa kasih itu bukan </strong></p>
<p><strong>konsep atau kata-kata manis belaka. </strong></p>
<p><strong>Kasih adalah kata kerja. </strong></p>
<p><strong>Kasih sejati diungkapkan melalui tindakan yang mengutamakan kesejahteraaan</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>orang lain, bahkan perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadi.</strong></p>
<p><strong>Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata.</strong> <strong>Kasih tidak cukup hanya dinyatakan dengan perkataan, tetapi mesti diwujudkan dalam perbuatan</strong> <strong>sejauh mana tindakan kita mengungkapkan kasih kita bagi saudara-saudara kita. </strong></p>
<p><strong>Apakah kita bisa bermurah hati menyerahkan, waktu, tenaga, talenta, uang bagi saudara-saudara kita yang memerlukan pertolongan ?</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>KASIH ADALAH MEMBERI DENGAN PENUH PENGORBANAN TANPA SYARAT DAN TANPA PAMRIH.</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2011/02/penguin-kaisar-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elang Dan Kalkun</title>
		<link>http://richardus.com/2011/01/elang-dan-kalkun-2/</link>
		<comments>http://richardus.com/2011/01/elang-dan-kalkun-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 08:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Konon dahulu Elang dan Kalkun adalah burung yg menjadi teman yg baik.Dimanapun mereka berada, selalu pergi bersama-sama.  Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas. 
Suatu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, &#8220;Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!.Elang membalas, &#8220;kedengarannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Konon dahulu Elang dan Kalkun adalah burung yg menjadi teman yg baik.Dimanapun mereka berada, selalu pergi bersama-sama.  Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas. </strong></p>
<p><strong>Suatu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, &#8220;Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!.Elang membalas, &#8220;kedengarannya ide yang bagus&#8221;</strong></p>
<p><strong>Jadi ke-2 burung melayang turun kebumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan </strong><strong>memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor sapi. </strong></p>
<p><strong>Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun</strong> <strong>sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, &#8220;Selamat datang, silahkan cicipi jagung manis ini.&#8221;</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Ajakan ini membuat ke2 burung ini terkejut. </strong></p>
<p><strong>Mereka tidak biasa jika ada binatang lain  berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. </strong></p>
<p><strong>Elang bertanya, &#8220;Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami? . </strong></p>
<p><strong>Sapi menjawab, &#8220;oh , kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan&#8221; dengan undangan ini, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah.Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang tuan Petani. </strong></p>
<p><strong>Sapi menjawab, &#8220;Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan&#8221; </strong></p>
<p><strong>Kalkun tambah bingung, &#8220;Maksud kamu, tuan petani itu memberikan padamu semua yg ingin kamu makan?&#8221; </strong></p>
<p><strong>Sapi menjawab, &#8220;tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal .&#8221;</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Elang dan Kalkun menjadi syok berat!</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. </strong></p>
<p><strong>Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan. </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Ketika datang waktunya u/ meninggalkan tempat itu, Kalkun &amp; Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini.</strong> <strong>Kalkun berkata pada Elang. &#8220;Mungkin kita harus tinggal disini. Kita bisa mendapatkan semua makanan</strong> <strong>yg kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah kita bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup. </strong></p>
<p><strong>Elang juga goyah dengan pengalaman ini. </strong></p>
<p><strong>&#8221; Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yg menjdapat sesuatu tanpa imbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan beban mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik&#8221;.</strong></p>
<p><strong>Akhirnya Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan u/ menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati  tantangan rutin yang menbuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya  si kalkun,Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana kedepannya. </strong></p>
<p><strong>Semuanya berjalan baik bagi si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri tuan Petani menyebutkan bahwa hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknnya, si Elang. Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di hari Thanks giving keluarga tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar.</strong></p>
<p><strong>Renungan </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Ketika kita  menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, </strong></p>
<p><strong>kita  mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan kita &#8230;&#8230; </strong></p>
<p><strong>dan kita akan menyesalinya setelah segalanya berlalu  </strong></p>
<p><strong>dan tidak ada KESEMPATAN lagi &#8230;&#8230; </strong></p>
<p><strong>Seperti pepatah kuno &#8220;selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus&#8221;</strong> <strong></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2011/01/elang-dan-kalkun-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acara kumpul Bersama</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/acara-kumpul-bersama/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/acara-kumpul-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 21:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[PT. Anugerah Pharmindo Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul bersama Kacab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[18 Des 2009
Happy Birthday, selamat panjang umur bagi Mey mey puteri kacab / ABM Pak Suwandi dari Enseval.
Kami diundang, pada pukul 18:30 di resto Ayam Kalasan.
Sungguh suprise nih, sampe lupa beliin kado karena waktu di SMS hanya diinfokan acara kumpul, bukan acara Ultah. Untuk Mey mey, kado besok menyusul yah. Semoga menjadi anak yang sehat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">18 Des 2009</p>
<p style="text-align: justify;">Happy Birthday, selamat panjang umur bagi Mey mey puteri kacab / ABM Pak Suwandi dari Enseval.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami diundang, pada pukul 18:30 di resto Ayam Kalasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh suprise nih, sampe lupa beliin kado karena waktu di SMS hanya diinfokan acara kumpul, bukan acara Ultah. Untuk Mey mey, kado besok menyusul yah. Semoga menjadi anak yang sehat, dan berbakti kepada orang tua, juga rajin belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara berjalan meriah dan makan enak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dihadiri oleh para pejabat setempat, maksudnya dihadiri para Kacab antara lain keluarga Pak Ali &#8211; Kacab AAM, keluarga Pak David &#8211; Kacab Parit Padang . Dan tentunya APL.</p>
<p style="text-align: justify;">kami pun pulang dengan hati riang, perut kenyang.</p>
<p style="text-align: justify;">Besok Pak Ali dan kel. mudik ke Manado. Wah, kami mau tuch titip ikan Roa. Mantap, jika di bikin jadi sambel dabu-dabu roa.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/acara-kumpul-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penghambat Diri</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/penghambat-diri/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/penghambat-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 12:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Penghambat Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari di masa yang belum terlalu lama berselang, para pegawai sebuah perusahaan besar di sebuah kota yang kebali dari makan siang membaca pengumuman di pintu depan yang berbunyi “Orang yang menghambat perkembangan anda di perusahaan ini telah meninggal kemarin. Kami mengundang anda untuk menghadiri upacara penghormatan terakhir di ruang yang sudah disiapkan di gym”
Awalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: black; font-family: Arial;">Suatu hari di masa yang belum terlalu lama berselang, para pegawai sebuah perusahaan besar di sebuah kota yang kebali dari makan siang membaca pengumuman di pintu depan yang berbunyi <strong><span style="font-family: Arial;">“</span></strong><em><span style="font-family: Arial;">Orang yang menghambat perkembangan anda di perusahaan ini telah meninggal kemarin. Kami mengundang anda untuk menghadiri upacara penghormatan terakhir di ruang yang sudah disiapkan di gym”</span></em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: black; font-family: Arial;">Awalnya semua pegawai yang membaca pengumuman itu sedih, kolega mereka meninggal. Tapi, sesaat kemudian, mereka jadi ingin tahu siapa yang meninggal. Mereka makin penasaran ketika tiba di gym untuk memberikan penghormatan terakhir. Semua orang bertanya-tanya, siapa orang yang menghambat kemajuan mereka?</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: black; font-family: Arial;">Para pegawai itu pun satu persatu mendekati peti jenazah. Ketika melihat ke dalam peti, mereka sangat kaget dan membisu seribu bahasa seakaan seseorang telah menyentuh jiwa mereka yang terdalam. Di dalam peti jenazah terdapat sebuah cermin. Setiap orang yang melihat ke dalam peti menatap dirinya sendiri. Disamping cermin tertulis kalimat yang berbunyi, “<em><span style="font-family: Arial;">Satu-satunya orang yang bisa membuat batasan-batasan yang menghambat kemajuan dan perkembangan anda adalah Anda.”</span></em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: black; font-family: Arial;">Anda adalah satu-satunya orang yang dapat mengubah hidup anda. Satu-satunya orang yang dapat memepengaruhi kebahagiaan, realisasi dan sukses anda. Satu-satunya orang yang bisa membantu anda adalah anda sendiri. Hidup anda tidak beurbah ketika ganti bos, ketika teman berubah. Hidup anda berubah ketika anda berubah. Keika anda berusaha mengatasi pikiran-pikiran yang membatasi anda. Ketika anda sadar, satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas hidup anda adalah anda sendiri.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: black; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Hubungan paling penting yang dapat anda miliki adalah dengan diri sendiri</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/penghambat-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manager vs Leader (Manajer vs Pemimpin)</title>
		<link>http://richardus.com/2009/10/manager-vs-leader-manajer-vs-pemimpin/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/10/manager-vs-leader-manajer-vs-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 12:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Leader]]></category>
		<category><![CDATA[Manager]]></category>
		<category><![CDATA[Manajer]]></category>
		<category><![CDATA[Manajer vs Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Pemimpin adalah manusia. Tetapi tidak semua manusia itu pemimpin.
Dalam bukunya “Menjadi Manusia Pembelajar” Andrias Harefa, dengan cerdas telah mendeskripsikan perbedaan antara manajer dan pemimpin. Yang dikemukakan oleh Andrias Harefa bersumber dari buku “Leaders The Strategies For Taking Charge” yang ditulis oleh Warren Bennis dan Burt Nanus.
Dikemukakan bahwa sungguh suatu kesalahan fatal jika menyamakan antara pemimpin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pemimpin adalah manusia. Tetapi tidak semua manusia itu pemimpin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bukunya “Menjadi Manusia Pembelajar” Andrias Harefa, dengan cerdas telah mendeskripsikan perbedaan antara manajer dan pemimpin. Yang dikemukakan oleh Andrias Harefa bersumber dari buku “<em>Leaders The Strategies For Taking Charge</em>” yang ditulis oleh Warren Bennis dan Burt Nanus.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikemukakan bahwa sungguh suatu kesalahan fatal jika menyamakan antara pemimpin dan manajer. Dalam dunia bisnis memang selalu mengasosiasikan bahwa pemimpin adalah manajer. Padahal, dalam suatu organisasi antara manajer dan pemimpin memiliki peran yang sama sekali berbeda, bahkan tidak jarang bertentangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perbedaan antara manajer dan pemimpin dipaparkan oleh Warren Bennis sebagai berikut :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Menajer mengelola; pemimpin menginovasi.</li>
<li> Manajer adalah tiruan; pemimpin adalah orisinal.</li>
<li> Manajer mempertahankan; pemimpin mengembangkan.</li>
<li> Manajer berfokus pada sistem dan struktur; pemimpin berfokus pada orang.</li>
<li> Manajer bergantung pada pengawasan; pemimpin membangkitkan kepercayaan.</li>
<li> Manajer melihat jangka pendek; pemimpin melihat perspektif jangka panjang.</li>
<li> Manajer bertanya kapan dan bagiamana; pemimpin bertanya apa dan mengapa.</li>
<li> Menajer melihat hasil pokok; pemimpin menatap masa depan.</li>
<li> Manajer meniru; pemimpin melahirkan.</li>
<li> Manajer menerima status quo; pemimpin menentangnya.</li>
<li> Manajer adalah prajurit yang baik; pemimpin adalah dirinya sendiri.</li>
<li> Manajer melakukan hal-hal dengan benar; pemimpin melakukan hal-hal yang benar.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dengan paparan di atas, kita mejadi paham bahwa manajer dan manajemen dikenal karena keterampilannya memecahkan masalah, sedangkan pemimpin dikenal karena mahir mendesain dan membangun intuisi, menjadi arsitek organisasi masa depan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/10/manager-vs-leader-manajer-vs-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Menunda</title>
		<link>http://richardus.com/2009/04/kebiasaan-menunda/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/04/kebiasaan-menunda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 10:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Kebiasaan Menunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[ Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup di keluarga yang sederhana. Ia memunyai cita-cita yang tinggi. Suatu saat, ketika masih belia, dia berkata kepada dirinya sendiri, “Suatu saat nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku, dan pada saat itu aku akan bahagia.”Dia senang membayangkan dirinya sudah memiliki sebuah mobil mewah, mengendarainya, dan merasakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup di keluarga yang sederhana. Ia memunyai cita-cita yang tinggi. Suatu saat, ketika masih belia, dia berkata kepada dirinya sendiri, “Suatu saat nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku, dan pada saat itu aku akan bahagia.”Dia senang membayangkan dirinya sudah memiliki sebuah mobil mewah, mengendarainya, dan merasakan kebanggaan yang tidak terhingga karena dia dikagumi dan dibanggakan oleh banyak orang. Maka, walaupun kemiskinan tetap diakrabi dalam kesehariannya, sikapnya menjadi angkuh dan sombong karena dia merasa kelak pasti akan kaya raya seperti yang diangankan.Ketika ditanya untuk melakukan sesuatu oleh teman-temannya, ia menjawab, “Tunggu saja kawan, nanti akan kulakukan setelah aku menyelesaikan sekolah.”</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi, ia kembali berjanji kepada dirinya sendiri dan kepada orangtuanya bahwa ia akan melakukan apa yang diinginkannya nanti, setelah ia mendapatkan pekerjaan pertamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum melangkah ke dunia kerja, dia meminta nasihat kepada seorang guru besar tentang banyak hal yang dicita-citakan. Si guru berkata, “Semua yang kamu inginkan, mobil dan rumah bagus lengkap dengan fasilitasnya, adalah sesuatu yang bagus. Dan sesungguhnya, mobil dan rumah mewah itu diciptakan untuk kita yang mau dan mampu memilikinya. Dia tidak kemana-mana, kitalah yang harus bergerak untuk menghampiri dan mendapatkannya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar tuturan si guru, pemuda itu merasa puas. Sebab, ia makin yakin dengan anggapannya bahwa mobil dan rumah tidak akan ke mana-mana. Maka, ia pun bekerja seadanya. Setelah beberapa tahun bekerja, orangtuanya menanyakan, “Anakku, kapan kamu akan mengambil tindakan untuk mewujudkan cita-citamu?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Aku berjanji akan mengejar cita-citaku setelah menikahi gadis yang aku cintai. Karena dengan adanya si dia sebagai pendamping hidup, maka langkahku akan mantap untuk mengejar cita-citaku.”</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai suatu hari, setelah bertahun-tahun kemudian, ia mulai menua. Dalam hati, ia pun berkata, “Rupanya, sudah terlambat untuk memulainya sekarang. Sebab, umurku sudah tak lagi muda.”</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah, cita-cita si pemuda akhirnya hanya menjadi angan-angan dan omong kosong belaka. Kini, ia hanya bisa merasakan kepuasan semu dengan menikmati setiap hari dalam kehidupannya untuk mengkhayal, seandainya ia menjadi seperti yang ia cita-citakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembaca yang bijaksana,</p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan menunda dari waktu ke waktu, dapat membuat seseorang yang pada awalnya bersemangat bermimpi, akan kehilangan gairah, arah, tujuan dan berlari menjauh dari apa yang menjadi impiannya. Sebab, menunda sebenarnya hanya akan mengubur kesempatan demi kesempatan yang ada untuk mewujudkan impian.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, cita-cita selamanya akan menjadi khayalan belaka jika kita tidak memulainya dengan rencana! Dan, yang utama, rencana tanpa tindakan nyata juga hanya akan jadi bualan semata.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari, selagi masih ada waktu, gunakan sebaik-baiknya waktu kita untuk menyusun kehidupan dan meraih kesempatan, demi menggapai cita-cita.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam sukses luar biasa!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Andrie Wongso</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/04/kebiasaan-menunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karet Gelang</title>
		<link>http://richardus.com/2009/04/karet-gelang/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/04/karet-gelang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 09:48:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Karet Gelang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kita sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk menjadi pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada satupun perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan negatif dari setiap portofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Selain itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hore,</p>
<p style="text-align: justify;">Hari Baru!</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk menjadi pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada satupun perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan negatif dari setiap portofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Selain itu, kita sendiripun selalu menuntut lebih banyak kepada perusahaan. Buktinya, setiap tahun kita menghendaki kenaikan gaji. Jadi, wajar jika kita melakukan lebih banyak pekerjaan untuk perusahaan, dan perusahaan memberi kita lebih banyak kesejahteraan. Tetapi, apakah kita memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menyesuaikan diri dengan bertambahnya tuntutan perusahaan?</p>
<p style="text-align: justify;">Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus,biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Dijaman saya masih kecil dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu, melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter menarik yang dimilikinya. Yaitu; kemampuannya untuk memanjang mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu, tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan ‘potensi simpanannya’ untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar.</p>
<p style="text-align: justify;">Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai ’satisfaction circle’. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai ‘mentok’. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang ’sudah mentok’ tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua karyawannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi.Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan, seperti karet gelang; kita jadi mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hore,</p>
<p style="text-align: justify;">Hari Baru!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Catatan Kaki:</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan sekali-kali berhenti untuk bertumbuh. Sebab, sekali berhenti; sangat sulit untuk memulai kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">by: Dadang Kadarusman</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/04/karet-gelang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

