<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Richardus Sendjaja &#187; Joke</title>
	<atom:link href="http://richardus.com/category/joke/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://richardus.com</link>
	<description>All about me, family, friend, and my jobs</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 09:06:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kodok Tuli</title>
		<link>http://richardus.com/2011/12/kodok-tuli/</link>
		<comments>http://richardus.com/2011/12/kodok-tuli/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 09:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan.   
Malangnya dua diantara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. 
Kodok-kodok yang lain  mengelilingi lubang tersebut. 
Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada ke 2 kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. 
Ke 2 kodok tersebut tidak memperdulikan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan.  </strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Malangnya dua diantara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. </strong></p>
<p><strong>Kodok-kodok yang lain  mengelilingi lubang tersebut. </strong></p>
<p><strong>Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada ke 2 kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. </strong></p>
<p><strong>Ke 2 kodok tersebut tidak memperdulikan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati. </strong></p>
<p><strong>Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada dilubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat.</strong> <strong>Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. </strong></p>
<p><strong>Dengan lompatan yang kencang, dia berhasil sampai diatas.</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Kodok lainnya takjud dengan semangat kodok yang satu ini dan bertanya</strong> <strong>&#8220;apa kau tidak mendengar teriakan kami?&#8221; Lalu kodok itu dengan dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain menjelaskan bahwa ia tuli. </strong></p>
<p><strong>Akhirnya mereka sadar bahwa saat ini dibawah tadi mereka telah memberikan semangat</strong> <strong>kepada kodok tersebut. </strong></p>
<p><strong><em>Kata-kata positif  yang diberikan pada seseorang yang sedang &#8220;jatuh&#8221; </em></strong></p>
<p><strong><em>dapat membuat orang  tersebut  bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari. </em></strong></p>
<p><strong><em>Sebaliknya , kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang jatuh dapat membunuh mereka. </em></strong></p>
<p><strong>Suarakan kata-kata kehidupan kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur hidupnya. Kadang2 sulit dimengerti bahwa &#8220;kata-kata kehidupan &#8221; itu dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan. </strong></p>
<p><strong>Semua orang dapat mengeluarkan &#8220;kata-kata kehidupan&#8221; untuk membuat rekan/ teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya bangkit dari keputus-asaannya, kejatuhannya, kemalangannya. </strong></p>
<p><strong><em>Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk</em></strong> <strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>memberikan spirit bagi mereka yang putus asa dan jatuh.</em></strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2011/12/kodok-tuli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monyet vs Angin</title>
		<link>http://richardus.com/2011/10/monyet-vs-angin/</link>
		<comments>http://richardus.com/2011/10/monyet-vs-angin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 09:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika terjadihalah taruhan antara monyet dan angin. Monyet berkata sesumbar bahwa angin tidak akan sanggup menjatuhkan dirinya dari atar pohon.
Karena merasa ditantang sekaligus penasaran anginpun setuju. Tanpa banyak cakap angin segera mengeluarkan seluruh kekuatannyanya untuk meniup monyet agar  segera terhempas ke tanah. Tapi aneh, semakin kuat angin bertiup, semakin erat pula monyet berpegangan pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suatu ketika terjadihalah taruhan antara monyet dan angin. Monyet berkata sesumbar bahwa angin tidak akan sanggup menjatuhkan dirinya dari atar pohon.</strong></p>
<p><strong>Karena merasa ditantang sekaligus penasaran anginpun setuju. Tanpa banyak cakap angin segera mengeluarkan seluruh kekuatannyanya untuk meniup monyet agar  segera terhempas ke tanah. Tapi aneh, semakin kuat angin bertiup, semakin erat pula monyet berpegangan pada pohon. Angin kelelahan, sejauh ini ia gagal. Sedangkan  lawannya di monyet berteriak kegirangan sambil berjingkrak-jingkrak mengejek. </strong></p>
<p><strong>Untunglah angin tidak menyerah. Ia memutuskan untuk mengubah strategi  penyerangan. Jika tadi ia menggunakan kekerasan kini anginpun bertiup sepoi-sepoi .</strong> <strong>Karena merasa akan segera memenangkan pertandingan monyetpun lengah. Ia tidakmenyadari penyerangan diam-diam yang dilakukan oleh lawan. Tidak lama kemudian kelopak matanya mulai terasa berat. Rupanya angin sepoi-sepoi ini telah membuat ia mengantuk. Beberapa saat berlalu hingga rasa kantuk tak tertahan lagi olehnya, dan akhirnya &#8230;.. gubraaakkk !!!!! </strong></p>
<p><strong>Si monyetpun tersungkur , jatuh ditanah. </strong></p>
<p><strong>Renungan </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Dari kisah diatas hikmah yang bisa kita ambil adalah :</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Kadang-kadang kita diuji dengan kesusahan&#8230;. dicoba dengan penderitaan didera.</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya. </strong></p>
<p><strong>tapi jika kita diuji dengan </strong></p>
<p><strong>Kenikmatan&#8230;&#8230; </strong></p>
<p><strong>Kesenangan &#8230;.. </strong></p>
<p><strong>Kelimpahan&#8230;. </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Jangan sampai kita terlena &#8230;.. kita harus tetap hati-hati.</strong><strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2011/10/monyet-vs-angin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elang Dan Kalkun</title>
		<link>http://richardus.com/2011/01/elang-dan-kalkun-2/</link>
		<comments>http://richardus.com/2011/01/elang-dan-kalkun-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 08:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Konon dahulu Elang dan Kalkun adalah burung yg menjadi teman yg baik.Dimanapun mereka berada, selalu pergi bersama-sama.  Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas. 
Suatu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, &#8220;Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!.Elang membalas, &#8220;kedengarannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Konon dahulu Elang dan Kalkun adalah burung yg menjadi teman yg baik.Dimanapun mereka berada, selalu pergi bersama-sama.  Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas. </strong></p>
<p><strong>Suatu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, &#8220;Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!.Elang membalas, &#8220;kedengarannya ide yang bagus&#8221;</strong></p>
<p><strong>Jadi ke-2 burung melayang turun kebumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan </strong><strong>memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor sapi. </strong></p>
<p><strong>Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun</strong> <strong>sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, &#8220;Selamat datang, silahkan cicipi jagung manis ini.&#8221;</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Ajakan ini membuat ke2 burung ini terkejut. </strong></p>
<p><strong>Mereka tidak biasa jika ada binatang lain  berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. </strong></p>
<p><strong>Elang bertanya, &#8220;Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami? . </strong></p>
<p><strong>Sapi menjawab, &#8220;oh , kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan&#8221; dengan undangan ini, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah.Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang tuan Petani. </strong></p>
<p><strong>Sapi menjawab, &#8220;Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan&#8221; </strong></p>
<p><strong>Kalkun tambah bingung, &#8220;Maksud kamu, tuan petani itu memberikan padamu semua yg ingin kamu makan?&#8221; </strong></p>
<p><strong>Sapi menjawab, &#8220;tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal .&#8221;</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Elang dan Kalkun menjadi syok berat!</strong> <strong></strong></p>
<p><strong>Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. </strong></p>
<p><strong>Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan. </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Ketika datang waktunya u/ meninggalkan tempat itu, Kalkun &amp; Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini.</strong> <strong>Kalkun berkata pada Elang. &#8220;Mungkin kita harus tinggal disini. Kita bisa mendapatkan semua makanan</strong> <strong>yg kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah kita bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup. </strong></p>
<p><strong>Elang juga goyah dengan pengalaman ini. </strong></p>
<p><strong>&#8221; Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yg menjdapat sesuatu tanpa imbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan beban mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik&#8221;.</strong></p>
<p><strong>Akhirnya Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan u/ menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati  tantangan rutin yang menbuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya  si kalkun,Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana kedepannya. </strong></p>
<p><strong>Semuanya berjalan baik bagi si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri tuan Petani menyebutkan bahwa hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknnya, si Elang. Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di hari Thanks giving keluarga tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar.</strong></p>
<p><strong>Renungan </strong><strong></strong></p>
<p><strong>Ketika kita  menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, </strong></p>
<p><strong>kita  mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan kita &#8230;&#8230; </strong></p>
<p><strong>dan kita akan menyesalinya setelah segalanya berlalu  </strong></p>
<p><strong>dan tidak ada KESEMPATAN lagi &#8230;&#8230; </strong></p>
<p><strong>Seperti pepatah kuno &#8220;selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus&#8221;</strong> <strong></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2011/01/elang-dan-kalkun-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Neil Amstrong dengan Selamet</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/neil-amstrong-dengan-selamet/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/neil-amstrong-dengan-selamet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 06:25:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Neil Amstrong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://richardus.com/wp-content/uploads/2009/12/Neil-Amstrong-dengan-Selamet.bmp" alt="" width="494" height="370" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/neil-amstrong-dengan-selamet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Hal lagi tentang Lelaki</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/satu-hal-lagi-tentang-lelaki/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/satu-hal-lagi-tentang-lelaki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 02:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[lelaki]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Hal tentang lelaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya, dia memberitahu suaminya, kalau dia menginap di rumah teman wanitanya. Suaminya menelepon 10 orang teman istrinya yang paling akrab, dan hasilnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal ini.
Sebaliknya, suatu malam seorang pria tidak pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya, dia memberitahu istrinya, kalau dia menginap di rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya.</p>
<p>Keesokan harinya, dia memberitahu suaminya, kalau dia menginap di rumah teman wanitanya. Suaminya menelepon 10 orang teman istrinya yang paling akrab, dan hasilnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal ini.</p>
<p>Sebaliknya, suatu malam seorang pria tidak pulang ke rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, dia memberitahu istrinya, kalau dia menginap di rumah teman prianya.</p>
<p>Istrinya menelepon 10 orang teman suaminya yang paling akrab, dan hasilnya :</p>
<p>8 orang diantaranya memastikan kalau suaminya menginap di rumah mereka, dan&#8230;, 2 orang lainnya bahkan mengatakan bahwa suaminya MASIH berada di rumah mereka!</p>
<p>Terasa menarik, seorang suami yang membaca artikel ini segera memanggil istrinya untuk membaca artikel ini, tidak disangka istrinya malah ingin mencoba apakah memang benar seperti yang ditulis di artikel ini.</p>
<p>Suaminya menasehatinya supaya JANGAN MENCOBA, tapi dasar istri<br />
pengen tau, dicoba juga.</p>
<p>Istrinya mengangkat telepon dan menghubungi satu persatu teman akrab suaminya, menanyakan apakah suaminya bersama mereka. Dan hasilnya tentu saja&#8230;.. Apa yang ditulis dalam artikel ternyata berlaku di seluruh pelosok dunia! Yang parahnya, ada salah satu teman suaminya malah mengatakan suaminya mabuk dan sampai sekarang masih tidur di dalam rumahnya. Dan malah bertanya kepada istrinya apakah perlu membangunkan suaminya Untuk mendengar telepon?</p>
<p>Istrinya kaget dan tidak mau membuat malu teman suaminya dan berkata sudahlah gak apa apa.</p>
<p>Begitu istrinya menutup telepon, handphone suaminya langsung berdering.</p>
<p>Begitu suaminya menjawab telepon, teman suaminya berkata : Dimana kamu? Cepat pulang ke rumah! Istrimu mencari cari kamu dari tadi, saya bilang kamu mabuk di rumah saya.</p>
<p>Oh ya! jangan lupa minum sedikit bir sebelum pulang!</p>
<p>10 dari 10 laki-laki mempunyai Instink dan persaudaraan (brotherhood) yang lebih tajam dan Kuat dibandingkan dgn wanita karena mereka langsung menjawab dgn memberikan alibi untuk mendukung temannya dari kemungkinan- kemungkinan yang tidak mengenakkan.</p>
<p>1 dari 10 Laki-laki dengan berani dan spontan &#8220;Pasang Badan&#8221; beyond &#8220;<span id="lw_1234099290_4" style="BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; CURSOR: hand; BORDER-BOTTOM: medium none">Call of Duty</span>&#8221; dgn menjawab sedang tidur di rumahnya, dan langsung mengabari temannya per telp.</p>
<p>Keren kan..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/satu-hal-lagi-tentang-lelaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joke 1000 ciuman</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/joke-1000-ciuman/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/joke-1000-ciuman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 13:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Joke 1000 ciuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik,  akibatnya terjadi PHK di berbagai perusahaan.
Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo. Bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman. Ia hanya bisa mengirim surat. Isinya demikian:
Istriku Tercinta,
Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik,  akibatnya terjadi PHK di berbagai perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo. Bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman. Ia hanya bisa mengirim surat. Isinya demikian:</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku Tercinta,<br />
Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah. Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.Paling cinta, Kanda Paijo</p>
<p style="text-align: justify;">Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya:</p>
<p style="text-align: justify;">Kanda Paijo tersayang,<br />
Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu. Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :</p>
<p style="text-align: justify;">Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter minyak tanah.<br />
Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per tanggal 10 setiap bulannya.<br />
Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x ciuman setiap harinya.<br />
Engkoh pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja.Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..<br />
Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai, karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran lainnya dengan uang 650ribu, lumayan buat ongkos sebulan.<br />
Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman. Kanda tersayang.. bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di kampung, karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah kanda punya ide? Atau saya tabung saja ya?<br />
Paling sayang,dari Dinda seorang.</p>
<p style="text-align: justify;">…. Gedubrak!! Paijo pun Pingsan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/joke-1000-ciuman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu Metua yang bawel, judes (jokes yah..)</title>
		<link>http://richardus.com/2009/12/ibu-metua-yang-bawel-judes-jokes-yah/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/12/ibu-metua-yang-bawel-judes-jokes-yah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 02:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Mertua yang bawel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ibu mertua yg bawel, judes dan menyebalkan mempunyai 3 org menantu dari ke-3 putrinya yang cantik-cantik, sang ibu mertua ingin tahu apakah ketiga menantunya itu sayang kepada mertuanya atau cuma putrinya doang.Dia lalu memutuskan menguji mereka secara bergantian.
Suatu hari dia mengajak menantu pertama naik perahu motor ke tengah laut. Di sana dia sengaja menjatuhkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Alkisah ibu mertua yg bawel, judes dan menyebalkan mempunyai 3 org menantu dari ke-3 putrinya yang cantik-cantik, sang ibu mertua ingin tahu apakah ketiga menantunya itu sayang kepada mertuanya atau cuma putrinya doang.Dia lalu memutuskan menguji mereka secara bergantian.</p>
<p>Suatu hari dia mengajak menantu pertama naik perahu motor ke tengah laut. Di sana dia sengaja menjatuhkan dirinya dari perahu terlempar ke dalam air laut. Sang menantu tanpa pikir panjang langsung terjun menyelamatkan ibu mertuanya. Besoknya ketika keluar rumah, sang menantu pertama melihat mobil TOYOTA KIJANG INNOVA terparkir di depan rumah, secarik kertas bertulisan &#8220;Dari ibu mertuamu&#8221;.</p>
<p>Giliran menantu ke-2 yang diajak ke tengah laut. Sekali lagi sang mertua pura-pura terjatuh terlempar keluar perahu. (Karena info yg pertama bocor ) Menantu kedua ini pun pura2 respect melupakan pakaian dompetnya, langsung terjun demi menyelamatkan mertua tercinta. Besoknya di depan rumah menantu ke-2 terparkir TOYOTA ALTIS, disertai kertas bertuliskan &#8220;Dari ibu mertuamu&#8221;</p>
<p>Ketika giliran menantu ke-3 diajak ke tengah laut, sang mertua kembali melakukan gerakan terjun bebas. Tapi apes, kali ini sang menantu malah berkecak pinggang memandangi ibu mertuanya yang megap-megap di dalam air. Sempat-sempatnya dia berkata, &#8220;Rasain loe!&#8221;, (padahal dia tahu lho info dua orang saudara iparnya itu ), sambil berputar membawa perahunya kedarat.</p>
<p>Besok harinya ketika menantu ini keluar rumah, di depan rumahnya terparkir MERCEDES BENZ SERI S CLASS 500 terbaru beserta kertas bertuliskan, &#8220;Dari AYAH MERTUA..;)&#8221;</p>
<p><!-- |**|begin egp html banner|**| --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/12/ibu-metua-yang-bawel-judes-jokes-yah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anjing Pintar</title>
		<link>http://richardus.com/2009/10/anjing-pintar/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/10/anjing-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 12:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu,tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu &#38; melihat ada suatu catatan dimulut anjingitu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya,” tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu,tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu &amp; melihat ada suatu catatan dimulut anjingitu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya,” tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini.” Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar Rp. 100.000,00 disana. Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali dimulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya &amp; berjalan mengikuti si anjing. Anjing tsb berjalan menyusuri jalan &amp; sampai ke tempat penyeberangan jalan. Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat &amp; menekantombol penyeberangan, kemudian menunggu dgn sabar dgn kantung plastik dimulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Anjing tsb kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat”papan informasi jam perjalanan “. Si penjual daging terkagum-kagum melihatnya. Si anjing melihat”papan informasi jam perjalanan ” dan kemudian duduk disalah satu bangku yg disediakan. Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya &amp; melihat nomor bus &amp; kemudian kembali ke tempat duduknya. Bus lain datang. Sekali lg bus lainnya datang. Sekali lg sianjing menghampiri &amp; melihat nomor busnya. Setelah melihat bhw bus tsbadalah busyg benar, si anjing naik. Si penjual daging, dgn kekagumannya mengikuti anjing itu &amp; naik ke bus tsb. Bus berjalan meninggalkan kota, menuju ke pinggiran kota. Si anjing melihat pemandangan sekitar. Akhirnya ia bangun &amp; bergerak ke depan bus, ia berdiri dgn 2 kakinya &amp; menekan tombol agar bus berhenti. Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya. Anjing tsb berjalan menyusuri jalan sambil dikuti si penjual daging.</p>
<p style="text-align: justify;">Si anjing berhenti pd suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil &amp; meletakkan kantung plastik pd salah satu anak tangga. Kemudian, ia mundur, berlari &amp; membenturkan dirinya ke pintu. Ia mundur, &amp; kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tsb. Tdk ada jawaban dr dlm rumah, jd si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil &amp;berjalan sepanjang batas kebun tsb. Ia menghampiri jendela &amp; membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik &amp; menunggu dipintu. Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu&amp; mulai menyiksa anjing tsb, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya. Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tsb,” Apa ygkau lakukan..??!! Anjing ini adalah anjing yg jenius. Ia dapat masuk televisi untuk kejeniusannya. ” Pria itu menjawab,” Kau katakan anjing inipintar …??? Dlm minggu ini sdh dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya..!!!”</p>
<p style="text-align: justify;">Refleksi : cerita ini sering terjadi dlm kehidupan kita. Banyak orang yg tdk pernah puas dgn apa yg telah mereka dpt. Seringkali kita tdk menghargai bawahan kita yg telah bekerja dgn setia selama bertahun2. Seringkali kita juga tdk menghargai atasan kita yg dipakai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan kita. Kita selalu menonjolkan kesalahan &amp; kelemahan tanpa melihat kelebihan &amp; jasaorang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/10/anjing-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh</title>
		<link>http://richardus.com/2009/10/selingkuh/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/10/selingkuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 12:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Boss bicara dengan sekretarisnya: “Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap.”
Sekretaris telepon suaminya: “Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah ya.”
Suami telepon kekasih gelapnya: “Istriku mau berangkat seminggu, kau ada waktu?”
Kekasih gelap bilang terhadap anak kursusnya: “Nak, ibu punya banyak kerjaan selama seminggu, kursus ditiadakan selama seminggu.”
Anak kursus bilang terhadap kakeknya: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Boss bicara dengan sekretarisnya: “Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap.”</p>
<p style="text-align: justify;">Sekretaris telepon suaminya: “Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah ya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Suami telepon kekasih gelapnya: “Istriku mau berangkat seminggu, kau ada waktu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Kekasih gelap bilang terhadap anak kursusnya: “Nak, ibu punya banyak kerjaan selama seminggu, kursus ditiadakan selama seminggu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak kursus bilang terhadap kakeknya: “Kek, seminggu tidak ada kursus, gurunya sibuk. Ayo kita jalan-jalan. ”</p>
<p style="text-align: justify;">Kakek = Boss telepon sekretarisnya: “Minggu ini saya mau jalan-jalan sama cucu saya, meeting dibatalkan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Sekretaris telepon suaminya: “Bossnya ada kerjaan rumah yang mendadak, tripnya dibatalkan Mas.”</p>
<p style="text-align: justify;">Suami bilang kekasih gelapnya: “Kau tak bisa datang, istriku tak jadi pergi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Kekasih gelap telepon anak kursusnya : “Nak, kursus minggu ini berjalan seperti biasa.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak kursus bilang sama kakeknya: “Kek, guruku bilang kursus berjalan normal. Kakek jalan sendiri aja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Kakek bilang sama sekretarisnya: “Minggu ini kita atur perjalanan dinas lagi. Kamu siap-siap, yah!”</p>
<p style="text-align: justify;">Terusin sendiri yah…cape deh gw…!!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/10/selingkuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Too Much Pleasure</title>
		<link>http://richardus.com/2009/09/too-much-pleasure/</link>
		<comments>http://richardus.com/2009/09/too-much-pleasure/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 12:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richardus Sendjaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Too Much Pleasure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://richardus.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah cerita tentang seorang penjahat yang meninggal dunia. Ketika dia mau mati, dia sudah merasa pasti akan masuk neraka. Nah ketika dia mati, tiba-tiba dia dibangunkan. Dia melihat sesuatu yang tidak diharapkannya. “Wah kok suasananya bagus. Indah menarik dan menyenangkan sekali ya,” katanya dalam hati. Dia melihat semua serba bahagia.
“Aduh rasanya saya keliru terkirim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada sebuah cerita tentang seorang penjahat yang meninggal dunia. Ketika dia mau mati, dia sudah merasa pasti akan masuk neraka. Nah ketika dia mati, tiba-tiba dia dibangunkan. Dia melihat sesuatu yang tidak diharapkannya. “Wah kok suasananya bagus. Indah menarik dan menyenangkan sekali ya,” katanya dalam hati. Dia melihat semua serba bahagia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduh rasanya saya keliru terkirim ke surga,” katanya lirih. Tiba-tiba seorang bidadari mendatanginya. “Ayo-ayo bangun. Kamu ingin apa ? Di sini kamu apa saja diberi.” Awalnya dia ragu. Tapi memberanikan juga untuk meminta, “Saya tidak mau kerja.” “Ok,” kata bidadari. Ting! Maka dia tidak usah kerja. Semuanya tercukupi.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah keinginannya terwujud, dia mulai berani, “Saya boleh minta lagi ?” “Boleh,” kata bidadari, “Kamu minta apa ?” “Saya minta uang yang banyak.” Ting! Maka keluar uang yang banyak. Dia beli apa saja bisa. Dia ingin beli mobil baru, bisa. Beli apa saja, bisa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu dia datang lagi ke bidadari. “Bidadari, saya minta rumah yang bagus,” pintanya. Ting! Dia dapat rumah yang sangat mewah, indah dan semuanya ada. “Wah apapun dikasih katanya. Ini betul-betul surga,” teriaknya senang. Kemudian dia kembali ke bidadari. “Saya bisa tidak minta wanita- wanita yang cantik ?” Ting! Maka ada 10 wanita yang cantik yang siap melayani dia terus.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia senang sekali. Uang ada. Punya rumah. Dikelilingi wanita-wanita cantik. Dan dia tidak usah kerja. Makan apapun bisa sekenyang-kenyangnya. Dan semua itu berlalu dengan cepat. Sebulan, 2 bulan, 3 bulan dia mulai bosan. Jenuh. Dia tidak mau segala keenakan ini. Rasanya bikin ‘eneg’. Mual.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka dia menghadap bidadari. “Bidadari, saya mau kerja,” katanya. Bidadari itu heran, “Tidak bisa, tidak bisa. Di sini tidak perlu kerja. Tidak ada kerjaan. Kamu tidak usah kerja. Kamu nikmati saja segala kenikmatan ini.” Dia bingung. Kembali ke kegiatan sebelumnya dan dia coba menikmati lagi surganya. Makan lebih banyak lagi, sampai gendut. Tapi dia tetap jenuh karena tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan. Dia kembali lagi bidadari. “Aku minta kerja,” katanya. Dan biadadari tegas berkata, “Tidak bisa. Di sini tidak ada kerja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya dia tidak tahan. Penjahat ini mengaku, “Bidadari yang baik, saya sebanarnya adalah penjahat. Saya tidak layak masuk surga ini. Saya seharusnya masuk neraka. Kalau di neraka, saya bisa kerja. Bahkan kerja keras. Saya bisa merasakan sakit dan sengsara. Saya tidak mau segala ini. Ternyata kenikmatan ini tidak enak,” teriaknya marah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba wajah bidadari yang cantik dan menyenangkan dilihat ini, tiba-tiba berubah menyeramkan. Wajahnya berubah menjadi setan. Dia berkata keras, “Sebenarnya ini adalah neraka.”</p>
<p style="text-align: justify;">Cerita ini disadur dari salah satu episode seri TV kuno ’Twilight Zone’.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak mengatakan supaya anda semua menjadi penjahat supaya tidak masuk surga. Manusia baru ingat dan menghargai segala kenikmatan yang dia rasakan, ketika kesedihan dan kesengsaraan juga dirasakannya. Kehidupan adalah sebuah keseimbangan antara kenikmatan dan penderitaan, inilah yang memperkaya kazanah kehidupan kita. Selamat menghargai kesengsaraan anda, karena disanalah akan anda temui kenikmatan yang lebih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://richardus.com/2009/09/too-much-pleasure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

