www.flickr.com

Monyet vs Angin

October 1st, 2011 | by Richardus Sendjaja |

Suatu ketika terjadihalah taruhan antara monyet dan angin. Monyet berkata sesumbar bahwa angin tidak akan sanggup menjatuhkan dirinya dari atar pohon.

Karena merasa ditantang sekaligus penasaran anginpun setuju. Tanpa banyak cakap angin segera mengeluarkan seluruh kekuatannyanya untuk meniup monyet agar  segera terhempas ke tanah. Tapi aneh, semakin kuat angin bertiup, semakin erat pula monyet berpegangan pada pohon. Angin kelelahan, sejauh ini ia gagal. Sedangkan  lawannya di monyet berteriak kegirangan sambil berjingkrak-jingkrak mengejek.

Untunglah angin tidak menyerah. Ia memutuskan untuk mengubah strategi  penyerangan. Jika tadi ia menggunakan kekerasan kini anginpun bertiup sepoi-sepoi . Karena merasa akan segera memenangkan pertandingan monyetpun lengah. Ia tidakmenyadari penyerangan diam-diam yang dilakukan oleh lawan. Tidak lama kemudian kelopak matanya mulai terasa berat. Rupanya angin sepoi-sepoi ini telah membuat ia mengantuk. Beberapa saat berlalu hingga rasa kantuk tak tertahan lagi olehnya, dan akhirnya ….. gubraaakkk !!!!!

Si monyetpun tersungkur , jatuh ditanah. 

Renungan

Dari kisah diatas hikmah yang bisa kita ambil adalah :

Kadang-kadang kita diuji dengan kesusahan…. dicoba dengan penderitaan didera.

Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

tapi jika kita diuji dengan

Kenikmatan……

Kesenangan …..

Kelimpahan….

Jangan sampai kita terlena ….. kita harus tetap hati-hati.

 

 

 

 

 

 

 

Sorry, comments for this entry are closed at this time.

View Richardus Sendjaja's profile on LinkedIn