www.flickr.com

Petani dan Pengendara Mercy

March 1st, 2011 | by Richardus Sendjaja |

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan. Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya, “Lihat bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu meski mereka kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah.

Sementara itu pengendara motor dan istrinya yang sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya . “Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.

Didalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat , “Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tidak seperti mobil kita yang sering mogok.”

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya dan ketika dia melihat sepasang suami istri yg berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hati “betapa bahagianya suami istri itu, mereka dgn mesranya¬† berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan diperdesaan ini, sementara aku & istriku tidak pernah punya waktu untuk berduaan karena kesibukan masing2.

Renungan

Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain,dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain.

Bersyukurlah senantiasa atas hidup kita,

supaya kita tahu dimana kebahagiaan itu berada.

 

 

Sorry, comments for this entry are closed at this time.

View Richardus Sendjaja's profile on LinkedIn