www.flickr.com

Natal Bersama APL dan Wigo

December 10th, 2005 | by Richardus Sendjaja |

Kota Manado, di bulan Desember. Para anak-anak akan bersuka cita. Karena ada seorang berjenggot lebat dengan bajunya yang berwarna merah menyala menaiki mobil kijang bak terbuka berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain, setiap anak yang dikunjungi tentunya akan mendapat hadiah istimewa .“Ho.Ho.Ho…” Ketawa yang menjadi ciri uniknya. Siapakah orang tersebut? Jawaban: Sinterklas. Betul sekali. Para pembaca memang pintar-pintar.Dan baru-baru ini Manado berhasil mencatat rekor MURI. Tepatnya tanggal 10 Desember 2005, Manado menyelenggarakan acara pawai atau karnaval Sinterklas secara meriah, dan sukses besar dengan jumlah peserta Sinterklas mencapai 300-an Sinterklas. Rencananya acara tersebut akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya dan tentunya akan menjadi objek wisata yang menarik bagi Kota Manado selain Tinutuan (Baca: bubur manado), Boulevard, dan Bunaken.

Sinterklas, acara Pohon Terang pada bulan Desember menjadi acara rutin yang banyak digelar oleh kelompok, gereja, dan keluarga.

Pada tanggal yang sama dengan pencatatan rekor MURI tersebut, yaitu hari Sabtu, tanggal 10 Desember 2005, jam 16.30 diselenggarakan acara ibadah Natal dalam komplek kantor PT. Anugerah Pharmindo Lestari – Jl. Pingkan Matindas No. 57A. Manado.

Para Panitia dengan keterbatasan waktu, telah berhasil menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Segala suatu memang indah pada saatnya.

Ketua Panitia Natal, patut dan layak diberi tepuk tangan yang meriah yaitu sdr. Selamat Maili, berikut team panitia yang terbentuk sebagai berikut: Deasy Tindas selaku Bendahara, Stanly Terok selaku Perlengkapan, Feiby dan Seysea selaku seksi Acara, Ernie Ong dan Dewi selaku seksi Komsumsi. “Keberhasilan panitia juga merupakan keberhasilan dan kerja keras bersama”, kalimat ini diucapkan oleh Pak Selamat Maili dengan penuh kerendahan hati.

Ada yang istimewa dalam acara Natal kali ini, pohon terang bukan terbuat dari pohon cemara plastik, tapi kali ini di susun dan dibuat dengan penuh kreatifitas oleh Serfiel Papuling – petugas gudang : Pohon Natal Dari Box Ovaltine.

Sungguh istimewa dan menjadi indah. Karena Ovaltine memang trade mark dari APL cabang Manado, sangat laku dijual.

Tema Natal adalah: Kebersamaan dalam Kasih, Damai dan Suka Cita.

Tema kebersamaan dipilih karena Natal 2005 merupakan awal yang baik bagi kebersamaan antara APL dengan WIGO dalam proses integrasi. APL dan WIGO, bersama-sama merayakan Natal.

Saat para undangan telah lengkap, terutama team WIGO, dengan hadirnya bapak Nongki Tangka Selaku Kepala Cabang WIGO. Maka acara Natal pun dimulai, walaupun agak sedikit mengalami kemunduran waktu.

Acara dibuka oleh Ibadah Natal yang dibawakan oleh Pendeta Alfrets Daleno, S.Th., dan selama ibadah berjalan juga diselingi oleh nyanyian atau
kidung pujian oleh team administrasi. Team Logistic (gudang dan ekspedisi)

Kidung pujian yang dibawakan oleh team salesman merupakan gabungan antara APL dan WIGO. Suatu kebersamaan yang penuh nada-nada merdu dalam melantunkan pujian bagi kelahiran bayi kecil “Yesus Kristus” sang Juru Selamat Manusia.

Setelah acara Ibadah selesai, dilanjutkan dengan acara sambutan dari Kepala Cabang APL bapak Richardus Sendjaja, dan dilanjutkan oleh sambutan dari Kepala Cabang WIGO bapak Nongki Tangka.

Tak terasa hari semakin senja, perut pun minta diisi, maka acara ramah tamah menjadi tambatan perut yang telah menari-nari, karena dari tadi telah mencium aroma lezatnya masakan yang telah disajikan. Nyam-nyami-nyami. (lidah yang dileletkan atau dijulurkan, dengan tumpahan air liur yang hampir membobol dinding pertahanan lidah dan sedikit menetes di pinggiran bibir).

Setelah perut terisi, berikiutnya adalah acara pemberian hadiah oleh Sinterklas. Yap. Betul sekali, APL kedatangan Sinterklas, barangkali Sinterklas yang bertubuh tambun ini merupakan Sinterklas yang kesasar masuk ke APL, seharusnya ikut PAWAI Atau KARNAVAL SINTERKLAS, tapi karena mencium aroma masakan yang lezat, Sinterklas mampir ke APL. Tentunya yang paling berutung adalah para anak-anak kecil yang akan mendapatkan hadiah dari Sinterklas. (Bukannya image dari Sinterklas memang demikian, si pembawa hadiah yang datang melalui cerobong asap rumah untuk memberikan hadiah bagi anak-anak yang baik).

Mari kami perkenalkan Sinterklas APL, yaitu Ronald – Petugas Gudang, untuk hari ini telah berubah menjadi Sinterklas dan siap menghadapi anak-anak yang dari tadi telah menunggu hadiah dari Sinterklas.

Saat Sinterklas membagi-bagikan hadiah, banyak kejadian yang lucu dan menyenangkan. Bagi orang tua merupakan kebahagian tersendiri karena pada saat sang anak diberi hadiah oleh Sinterklas, pemberian hadiah yang tidak sekedar pembagian hadiah secara begitu saja, tapi pemberian hadiah tersebut juga diselingi oleh ungkapan bijak atau wejangan atau nasehat bagi sang anak agar tidak nakal, menurut kepada orang tua, rajin belajar, yang intinya adalah agar menjadi anak yang baik. Walaupun tampang Sinterklas yang lucu dan juga bicara dengan jenaka, tak luput ada juga anak yang menangis.

Anak yang minta diantar orangtuanya.

Anak yang ketakutan

Namanya juga anak-anak.

Acara terakhir adalah pemberian door prize. Hadiah door prize bagi para undangan yang hadir merupakan support dari banyak principal. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada principal yang telah menyumbangkan hadiah bagi memeriahkan acara Natal APL dan WIGO 2005.

Hari semakin menjelang malam, Pak Selamat Maili, masih asik bermain organ sebagai organ tunggal, dan banyak penyumbang lagu yang berbakat dan pantas diacungkan jempol dan layak menjadi idol dengan menambahkan Idol pada belakang namanya. Seperti: Fernando Idol, dan Selamat Idol.

Acara pun kemudian ditutup dengan penuh kasih dan sukacita. Kami pun saling bersalam-salaman. Selamat Hari Natal.

“Ho.Ho.Ho”.

Post a Comment

View Richardus Sendjaja's profile on LinkedIn