www.flickr.com

Menuju Puncak Prestasi di Bukit Kasih Manado

December 4th, 2004 | by Richardus Sendjaja |

4 Des 2004

Salah satu kegiatan dalam rangka “Employee Relation” adalah Rekreasi ke tempat wisata. Wah, suatu acara yang mendapatkan antusiasme tinggi dari para karyawan. Tujuan diadakan rekreasi selain sebagai refresing, juga sebagai sarana untuk mengendurkan urat-urat yang tegang setelah bekerja keras, dan dengan harapan sekembalinya dari acara rekreasi dapat memberikan tenaga baru yang mampu meningkatkan produktifitas kerja. Acara rekreasi kepersetaannya tidak dibatasi hanya divisi operasional saja, yaitu seluruh salesman Pharma, MDD, CHPD, Admin, Sales service berikut Field Sales Supervisor, dan Kepala cabang.Semula, acara rekreasi akan mengunjungi wisata alam di Tangkoko guna melihat binatang Tarsius (monyet terkecil dan pemalu) di wilayah Bitung, namun dibatalkan karena mengingat cuaca yang kurang mendukung serta medan yang agak berat menuju Tangkoko, juga sifat binatang Tarsius yang pemalu sehingga hanya di malam hari saja dapat melihatnya.Maka acara rekreasi kemudian diubah ke Bukit Kasih di Gunung Kanonang, termasuk wilayah Kawankoang yang berjarak kurang lebih 60 – 70 Km dari Kota Manado. Dana rekreasi adalah dari swadaya seluruh peserta di tambah dengan sponsorship sebesar Rp. 100.000,- (50%) yang merupakan reward “Berani Terima Tantangan” dari Pfizer dalam hal distribusi LPP (Listerine Pocket Pack), karena keberhasilan APL Manado menembus tantangan yang diberikan.

Tepat jam 14.00 siang, kami berdoa bersama dan siap meluncur ke Bukit Kasih. Dengan mempergunakan 3 buah kendaraan, yaitu 1 Mobil Kijang Mobil Kacab, 1 Mobil Kijang principal J&J berikut Pak Ricky sebagai drivernya (ha,ha, ha,… menghemat dana yang terbatas, daripada menyewa), dan 1 Mobil Katana FSS- Pharma.

Kami, mampir di Rumah Makan Heng Mien (sebelum Tomohon) untuk Makan siang walaupun agak terlambat jam makannya, kami semua dengan penuh semangat juang berusaha keras menghabiskan makanan yang dihidangkan. Rumah Makan Heng Mien, juga sangat Murah , Meriah, Enak dan Kenyang. Bayangkan satu orang hanya dihitung Rp. 9.500,- untuk makan sekenyangnya dengan 9 jenis masakan.

Setelah, makan, baru lah kami kembali melanjutkan perjalana. Jalan menuju Bukit Kasih yang berkelok-kelok dan menanjak (ditambah beban perut yang kenyang, tambah beban nih ye) memang salah satu factor yang memperlambat kami sampai ke Bukit Kasih. Untuk Jarak 60 – 70 Km, ditempuh dengan dengan waktu kurang lebih 2 jam.

Jam 16.00 sore. Sesampainya di Bukit Kasih, disana ada tugu yang menampilkan 5 agama dalam satu harmonisasi dan kebersamaan. Juga jalan yang menanjak ke puncak, sesuai dengan 14 kali pemberhentian pada saat Yesus Kristus akan disalibkan.

Di Bukit Kasih, terdapat juga tempat ibadah untuk 5 agama yang saling berdekatan sebagai symbol toleransi beragama yang tinggi di wilayah Sulawesi Utara.

Dipuncak Bukit Kasih, terdapat salib yang besar dan menjulang Tinggi (dari arah kejauhan saja sudah terlihat).

Pemandangan dari Bukit KasihPara Salesman, FSS dan Kacab dengan susah payah mencoba mencapai puncak.

Dan, berhasil!

Suatu kebanggaan, karena di Puncak, kami dapat memandang dengan sangat leluasa ke bawah, dapat melihat Danau Tondano, dan juga nikmatnya udara pengunungan yang sangat sejuk. Pada saat akan naik menuju puncak, kami semua bertekad, dan menganggap bahwa Puncak itu dimana salib besar menjulang tinggi adalah sebagai target kami di bulan Desember 2004, jadi apabila kami dapat mendakinya berarti target Desember 2004 nanti, dapat tercapai. Amin.

Menuruni puncak juga merupakan kesulitan tersendiri, tapi sudah agak enteng dan tidak terlalu lelah seperti pada saat mendaki.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada salesman yang pencapaian actual vs target pernah mencapai angka 100% selama bulan September, Oktober dan November. Acara pembagian hadiah merupakan salah satu support dari principal Roche, dan juga kejutan yang tidak disangka-sangka oleh salesman dan diharapkan sebagai pemicu semangat dan motivasi bagi seluruh team. Penghargaan terhadap salesman CHPD adalah Philipus dan Jon, salesman Pharma: Jefstrong dan Ferizer, dan MDD adalah Cherry.

Dan acara diakhiri dengan makan-makan, makan nasi kuning yang lezat yang dibawa dari Manado.

Dan acara diakhiri pada jam 18.00 sore, dan kami semua kembali menuju Kota Manado. Dan Tiba kembali di Kantor sekita jam 20.00malam dengan Selamat. (Eit, Pak Selamat Maili FSS Pharma memang ikut dengan kami).

Post a Comment

View Richardus Sendjaja's profile on LinkedIn